Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 05 Februari 2012

Wine and Grapes



1. Definisi Wine

Definisi wine menurut Richard Sihite (2000:55), “Wine adalah minuman beralkohol hasil dari fermentasi buah anggur yang masak dan dibuat sesuai tradisi dan tata cara lokal dimana wine tersebut dihasilkan.”

Menurut Farly Lumanaw (2001:16), “Wine adalah minuman hasil fermentasi sari buah anggur yang diproses dalam tong kayu dan proses pembuatannya dilakukan di daerah perkebunan anggur (winery)”.

Sedangkan menurut Chris Ahston (2000:49), “Wine adalah semua jenis minuman yang di buat dari hasil fermentasi sari buah anggur”.

2. Jenis-jenis Wine

Jenis wine menurut Maria Constantino (2002:182): “Wine can be devided into four categories: still wine, sparkling wine, fortified wine, and aromatized wine. There are three types of still wine: red, white, rose. Each can also be dry, medium dry or sweet”. Atau dalam bahasa Indonesianya: “Wine dapat dibagi menjadi empat kategori: still wine ,sparkling wine, fortified wine, dan aromatized wine. Terdapat juga tiga jenis still wine; red, white, dan rose. Setiap jenisnya juga bisa dry, medium dry atau sweet”.

a. Still Wine

Still wine dibedakan menjadi tiga:

1) White wine

Menurut Michael Schuster (1990:48): “In white wine the juice of the grapes is fermented by itself, not in contact with the skin as happens with red wine”. Atau dalam bahasa indonesianya : “ Pada white wine terjadi proses fermentasi hanya terhadap juice anggur, tidak terjadi kontak dengan kulit buah seperti yang terjadi pada red wine”.

2) Rose wine

Menurut Robert Joseph and Margaret Rand (2000:210) : “ The way rose is produced is, in fact, very similar to the method for making red wine –except the fact that the wine drawn from the vat while it is fermenting and before it has had the chance to drawn too much color from the skin”. Atau dalam bahasa Indonesianya; “Pada kenyataanya cara memproduksi rose wine sangat mirip dengan cara pembuatan red wine- kecuali bahwa juice yang sedang mengalami proses fermentasi dipindahkan dari vat (tempat dimana juice dan kulit buah mengalami fermentasi) sebelum juice mengalami perubahan warna yang menjolok”.

3) Red Wine.

Michael Schuster (1997:77) menyatakan bahwa: "Red wine are juice of black grapes fermented with their skins, white wine are not”. Atau dalam bahasa Indonesianya: “Red wine adalah juice dari buah anggur hitam yang difermentasikan beserta kulit buahnya, sedangkan white wine tidak”.

b. Sparkling Wine

Sparkling wine adalah hasil fermentasi sari buah anggur yang menyertakan atau meningkatkan kadar Natural Carbon Dioxide dalam proses produksinya dengan cara penambahan konsentrasi gula kedalamnya atau melaluai penambahan CO2 setelah wine dihasilkan.

Tidak semua sparkling wine adalah Champagne karena Champagne adalah salah satu contoh produk dari sparkling wine, dan untuk bisa dikatakan champagne, wine harus berasal dari daerah tersebut di Prancis (160 km utara Paris). Robyn M. Feller (1990:68) menyatakan bahwa “Champagne, this is the sparkling wine made in Champagne region of France, from a mix grapes – predominantly chardonnay and pinot noir” atau dalam bahasa Indonesianya: “ Champagne adalah Sparkling Wine yang di buat di daerah Champagne di Prancis dari percampuran jenis anggur chardonnay dan pinot noir”. Dan untuk sparkling wine lain – yang di Prancis orang menyebutnya vins mousseux dan di Italia disebut spumante – adalah yang dibuat di wilayah Champagne atau di luar Prancis itu sendiri.

Champagne digolongkan menurut kadar gulanya:

1) Brut or Nature = Very very Dry = kadar gula 0.5 %– 1,5 %

2) Extra Sec = Extra dry, Sweeter = kadar gula 1,5% – 3%

3) Sec or dry = Medium dry / sweet = kadar gula 3% – 5 %

4) Demi sec = Quite sweet = kadar gula 5% - 7%

5) Doux = Very sweet = kadar gula 7% - lebih

Sec yang berarti kering, dalam bahasa Prancis, sebenarnya mengacu pada anggur yang agak manis. Demi Sec dan Doux, keduanya sangat manis dan merupakan pilihan yang sangat tepat untuk dihidangkan sebagai pencuci mulut.

c. Fortified wine

Maria Constantino (2001:182 ) menyatakan bahwa: “ Fortified wine are wine which have had brandy added to them” atau dalam bahasa Indonesianya: “Fortified wine adalah wine yang telah ditambahkan brandy”.

Menurut Robyn M. Feller (1990:58) : “Fortified wine contains brandy or other spirits in order to increase alcohol content or to stop the fermentation process” atau dalam bahasa Indonesianya: “ Fortified wine mengandung Brandy atau spirit-spirit lain yang di tambahkan ke dalam wine untuk meningkatkan kadar alkohol atau untuk menghentikan proses fermentasi anggur”.

Penambahan Brandy kedalam wine akan meningkatkan konsentrasi alkoholnya hingga mencapai 17% hingga 24%. Port dan Sherry adalah dua contoh fortified wine yang terkenal, dan umumnya rasa fortified wine adalah manis.

d. Aromatize Wine

Menurut Maria Constantino (2002:183): “Aromatize wine were originally sour wines sweetened with honey and herbs to make them more palatable” atau dalam bahasa Indonesianya: “Aromatize wine sebenarnya adalah wine asam (karena campuran brandy dan juice anggur) yang dipermanis dengan penambahan madu dan rempah-rempah untuk meningkatkan rasa”.

Aromatized wine umumnya sedikit manis dengan kadar mistele (campuran brandy dengan juice anggur) yang tinggi . Aromatize wine yang tekenal adalah Vermouth (yang memiliki rasa dry dan sweet) dan Campari.

Grapes

Menurut Robert Jhosep dan Margareth Rand (2000:165): “The grape variety is the biggest single influence on the taste of a wine”. Atau dalam bahasa Indonesianya: “jenis anggur merupakan pengaruh terbesar dan utama terhadap rasa wine”. Wine diseluruh wilayah penghasil menggunakan berbagai jenis anggur yang berbeda. Ada berbagai jenis anggur yang tumbuh di berbagai vineyards di dunia yang memiliki rasa dan aroma yang khas yang membedakan wine yang satu dengan yang lainya.

Menurut Christopher Foulkes (1995:10): “Grape varieties are the modern answer to the puzzle of how to spot the wine’s style (without opening the bottle)”. Atau dalam bahasa Indonesianya: “Jenis anggur merupakan jawaban yang ter-modern untuk menjawab teka-teki bagaimana mengtahui sebuah wine style tanpa membuka botol wine itu sendiri”.

Namun Michael Schuster (1999:36) menyatakan bahwa:”Grape variety is the key to a wine’s character and as such wine should smell clearly of their grapes, at least when they are anything more than the most basic quality” atau dalam bahasa indonesianya: “jenis anggur adalah kunci untuk mengetahui karakter dan aroma dari anggur tersebut, paling tidak jenis anggur adalah tanda penting untuk mengetahui kualitas dari wine”.

Jenis-jenis anggur menurut Christopher Foulkes (1995:10)

1. White Grapes (Anggur Putih)

Jenis yang paling terkenal dari anggur putih adalah:

a. Chardonay

Merupakan jenis yang paling lazim dan memberikan signal akan rasa buah yang kentara dah bahkan sedikit tergolong sweet wines.

b. Sauvignon Blanc

Jenis anggur yang memiliki tingkat keasaman yang rendah dan memiliki warna yang agak kehijauan dan fruity taste untuk wine yang dihasilkan oleh jenis anggur ini.

c. Riesling

Merupakan jenis anggur terbaik di Jerman dan bisaanya wine yang di hasilkan diumurkan (bahkan bisa mencapai sedikitnya 30 atau 40 tahun). Memiliki rasa yang manis untuk wine yang baru di produksi dan akan berubah dry secara bertahap melewati masa pengumuran. Young Riesling memiliki aroma bunga yang kentara dan sedikitnya memiliki arom pencampuran aroma spices dan oil untuk nature wine.

2. Red Grapes (Anggur Merah)

a. Cabarnet Sauvignon

Secara internasional merupakan bintangnya red grapes, pada mulanya berasal dari Bordeaux, France dan makin popular di hampir seluruh negara penghasil wine. Memiliki rasa seperti buah berry masak dan sedikit eucalyptus serta cedar wood.

b. Pinot Noir

Merupakan jenis red grapes dari distric Burgundy, Prancis dan di beberapa daerah produksi wine di new world yang dingin.

0 komentar

Posting Komentar