Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 03 Februari 2012

Model Pengembangan Pariwisata Pedesaan Sebagai Alternatif Pariwisata Bali Berkelanjutan (1)

Perkembangan pariwisata Bali yang cepat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pariwisata pedesaan sebagai wahana pembangunan pedesaan yang berkelanjutan. Hal itu memang benar terutama pada akhir-akhir ini karena krisis ekonomi daerah pedesaan semakin bertambah sebagai akibat adanya berbagai kekuatan yang menyebabkan berkurangnya baik kesempatan kerja maupun peningkatan kekayaan masyarakat daerah pedesaan.

Pariwisata pedesaan dapat menjadi pengantar menuju pariwisata berkesinambungan yang selanjutnya dapat menuju pembangunan berkelanjutan. Dalam pariwisata pedesaan ada prinsip pembelajaran tentang alam dimana masyarakat turut mendapat manfaatnya. Ditinjau dari prinsip tersebut, Bali memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata pedesaan, mengingat bali memiliki sejumlah sumber daya alam, sosial dan budaya yang dapat menopang pembangunan pariwisata.

Wisata pedesaan adalah suatu kegiatan pariwisata di wilayah yang menawarkan daya tarik wisata berupa keseluruhan suasana yang mencerminkan keaslian pedesaan, baik dari kehidupan sosial, ekonomi dan adat istiadat masyarakat setempat, arsitektur bangunan maupun struktur tata ruang desa yang khas atau kegiatan perekonomian yang unik dan menarik (Depbudpar, 2001). Daya tarik utama wisata pedesaan adalah keaslian dan keunikan dari berbagai atraksi dan produk yang ditampilkan.

Menurut Kadisparda Badung, I Made Subawa, masyarakat di pedesaan harus mampu menangkap peluang ini secara cerdas. Salah satu caranya adalah dengan mengembangkan desa-desa yang memiliki potensi wisata menjadi desa wisata. Desa wisata tidak mengubah wajah desa, melainkan justru memperkuat kekhasan yang dimiliki masing-masing desa, baik kekhasan budaya dan alamnya. Ini bukan berarti di desa-desa akan dibangun hotel berbintang, melainkan pemanfaatan rumah penduduk sebagai akomodasi wisata, dan wisatawan merasakan langsung aktivitas keseharian masyarakat desa ( Nusa Bali, 2008).

Melalui wisata desa, berbagai aktivitas keseharian masyarakat menjadi daya tarik. Oleh karenanya masyarakat tidak perlu mengubah mata pencahariannya. Keberagaman aktivitas tersebut merupakan salah satu mata rantai dalam wisata desa. Untuk menunjang pariwisata desa ini, diharapkan agar masyarakat setempat menyiapkan akomodasi yang sifatnya tradisional dengan mempoles rumah-rumah penduduk, namun fasilitasnya dilengkapi sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

Dalam mengembangkan wisata pedesaan perlu dibangun budaya wisata bagi masyarakat pedesaan, berbagai potensi seni budaya tradisi yang unik perlu dikembangkan di desa serta dikemas menjadi daya tarik sekaligus atraksi wisata yang menarik mengingat berbagai objek dan atraksi di masing-masing daerah tidak sama. Oleh sebab itu wisata pedesaan hendaknya direncanakan pengembangannya. Dengan demikian pariwisata pedesaan berkelanjutan dapat berwujud yaitu terjadi keharmonisan dalam artian menguntungkan semua pihak terutama masyarakat lokal, wisatawan, dan pelaku pariwisata, serta menjaga kelestarian lingkungan alam dan sosial budaya.

0 komentar

Posting Komentar