Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 21 Mei 2012

Kebun Binatang Bandung

Wisata Kebun Binatang Bandung sebelumnya telah saya tuliskan secara ringkas pada artikel wisata bandung beberapa waktu lalu.Tapi saya rasa artikel tentang Kebun Binatang Bandung yang pernah saya tuliskan sebelumnya itu belum begitu lengkap,jadi pada kesempatan kali ini saya pun kembali unmtuk sedikit memperlengkapi lagi artikel tersebut.


Fungsi Kebun Binatang Bandung bagi masyarakat
  1. Fungsi rekreasi. Kebun binatang bandung tentunya mempunyai fungsi sebaga tempat rekreasi bagi masyarakat.
  2. Fungsi perlindungan dan pelestarian kekayaan alam. Kebun Binatang Bandung sebagai tempat dimana wahana flora dan fauna dikembangkan dan dilestarikan, berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan berbagai satwa flora dan fauna dengan tujuan menjaga kekayaan alam.
  3. Fungsi kebudayaan. Kebun Binatang Bandung sebagai tempat rekreasi yang didalamnya terdapat wahana pergelaran seni budaya, tentunya mempunyai fungsi kebudayaan, yaitu dapat menanamkan kesadaran dan rasa cinta tanah air melalui pengamatan dan pemahaman kekayaan budaya, serta pengamatan dan pemahaman kekayaan flora dan fauna.
  4. Fungsi pendidikan dan Iptek. Kebun Binatang Bandung merupakan sebuah wahana yang dapat dimanfaatkan oleh kalangan edukatif untuk menambah pengetahuan dan untuk menghasilkan butir-butir pengetahuan baru yang bermanfaat dan berguna bagi kehidupan masyarakat. Kebun Binatang Bandung ini juga dapat dimanfaatkan sebagai obyek riset atau penelitian di berbagai keilmuan.

Wahana rekreasi di Kebun Binatang Bandung.
  1. Kolam untuk perahu dan perahu bebek
  2. Taman bermain
  3. Flying fox

Tempat wisata ini mulanya dikenal dengan nama Derenten yang artinya kebun binatang. Objek wisata ini dibangun pada tahun 1930 oleh Bandung Zoological Park, yang dipelopori oleh Direktur Bank Dennis, Hoogland. Pengesahan pendirian Kebun Binatang ini diwenangi oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda dan pengesahannya dituangkan pada keputusan 12 April 1933 No.32. Pada saat Jepang menguasai daerah ini, tempat wisata ini kurang terkelola, hingga pada tahun 1948, dilakukan rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi tempat wisata ini.

0 komentar

Poskan Komentar