Diberdayakan oleh Blogger.

Minggu, 03 Februari 2013

OBJEK WISATA TAMAN HUTAN RAYA MANDIANGIN




-HTM                              : Rp 2500,-
-Lokasi                          : Jl. Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Kab. Banjar Baru, Kalsel
-Objek Menarik   :

Danau / Waduk PLTA Ir. P.M. Noor

 

Berupa Danau / Waduk seluas lebih kurang 8.000 Ha dengan fungsi utama sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air satu-satunya di Propinsi Kalimantan Selatan. Berperan penting sebagai pengatur tata air, mencegah erosi dan banjir, sebagai objek wisata alam, danau/waduk ini memiliki bentang alam yang menarik dengan panorama danau, lembah dan bukit disekelilingnya serta untuk kegiatan olahraga air.

Pulau Pinus

Berupa pulau seluas lebih kurang 3 Ha, terletak ditengah danau/waduk, dapat ditempuh lebih kurang 15 menit dari Pelabuhan Tiwingan. Pulau ini didominasi oleh tanaman Pinus Merkussi.

 

Pulau Bukit batas

 Pulau seluas lebih kurang 1 Ha ini berdekatan letaknya dengan pulau pinus, dapat ditempuh lebih kurang 30 menit dari pelabuhan Tiwingan. Seperti halnya dengan pulau pinus, kawasan ini cocok untuk rekreasi santai dan olahraga air.

 

Air Terjun Surian

Air terjun ini terdiri dari air terjun Surian, air terjun Batu Kumbang, dan air terjun Mandin Sawa yang sangat menunjang kegiatan Bina Cinta Alam. Dari sungai Hanaru dapat dicapai lebih kurang 2 jam dengan menelusuri sungai Hanaru atau lebih kurang 3 jam melalui jalan patroli yang sudah ada.

 

Air Terjun Bagugur

Air terjun ini terletak di hulu sungai Tabatan. Dari desa Kalaan dapat ditempuh lebih kurang 1 – 2 jam melalui jalan reboisasi dan areal bekas perladangan berpindah.

 

Bumi Perkemahan Awang Bangkal

Bumi perkemahan ini seluas lebih kurang 6 Ha terletak di daerah Awang Bangkal. Tidak jauh dari jalan raya Banjarbaru – Pelabuhan Tiwingan, berada didekat sungai Tambang Baru, sehingga mudah mendapatkan air. Bentang alam dari bukit disekelilingnya serta tepian sungai Tambang Baru merupakan daya tarik tersendiri.

 

Pusat Pengelola/Informasi di Mandiangin

Kawasan ini terletak di daerah Mandiangin merupakan suatu komplek bangunan yaitu kantor pusat pengelola, kantor pusat informasi sumber daya alam, plaza dan bumi perkemahan. Di areal ini terdapat prasasti peresmian berdirinya TAHURA Sultan Adam dan Puncak Penghijauan Nasional (PPN) ke 29 yang ditandatangani oleh Presiden RI Bapak Soeharto. Di lokasi ini pula pusat pengelolaan hutan pendidikan Fakultas Kehutanan UNLAM. Pada pengembangan selanjutnya kawasan ini dikembangkan menjadi arboretum, penangkaran satwa, taman safari, kolam renang, taman burung, bumi perkemahan dilengkapi dengan souvenir shop dan lain-lain.


-Deskripsi           :

 Namanya Mandiangin, sebuah bukit yang relatif komplit untuk menjajal sepeda gunung. Berada di Kabupaten Banjar, kawasan ini bisa ditempuh selama 1,5 jam perjalanan darat dari kota Banjarmasin.

Bagi pegiat sepeda, rute Mandiangin salah satu tempat favorit. Menempuh jarak sekitar 26 kilometer, jalur yang akan dilewati lumayan bervariasi. Selain hutan karet dan pohon ketapang, di beberapa titik vegetasi hutan alamnya masih tersisa.

Ada jalan beraspal sejauh 6 kilometer di rute tanjakannya menuju kolam alam. Lebih ke atas lagi ada benteng peninggalan Belanda dengan kondisi jalan berbatu akibat aspal yang mengelupas. Untuk 20 kilometer sisanya, jalan yang akan dilalui lumayan menyiksa.

Selain tanah merah keras dan berbatu, di beberapa lokasi akan ditemui tanah basah dan dipenuhi lumpur akibat dirusak jejak truk-truk pengangkut batu dan kayu. Semakin naik ke atas bukit, tiupan angin semakin keras dan mengeringkan keringat.

Mungkin inilah yang menjadi penyebab kawasan hutan lindung ini dinamakan Mandiangin. Sehingga untuk mendinginkan tubuh tidak usah lagi mandi air. Tanjakannya lumayan curam dan saat menuruni lereng, sebaran bebatuan kerap merepotkan.

Di beberapa sisi jalan, dipenuhi rumput ilalang setinggi sepeda yang membuat badan terutama kaki dan paha, menjadi gatal-gatal saat melewatinya. Biasanya menjelang akhir perjalanan diisi mandi bersama di kolam alam berair jernih.

Puas main air, perjalanan dilanjutkan menuruni Bukit Mandiangin. Mirip main down hill, semuanya meluncur kencang. Hanya saja bedanya, rute yang dilalui semua jalan beraspal. Perjalan pun ditutup di sebuah pondok dengan halaman luas ditumbuhi pohon rambutan. 





Sumber: berbagai macam Website

0 komentar

Poskan Komentar