Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 11 Desember 2009

Taruhan Menggigit Mata

Jono adalah seorang serdadu yang sudah kenyang ditugaskan di daerah konflik. Oleh tetangganya, Jono dijuluki pahlawan perang. Tapi Jono harus membayar mahal karena banyak anggota tubuhnya yang sudah palsu akibat luka-luka semasa bertugas di medan tempur. Kaki Jono palsu, tangannya palsu, dan berbagai anggota tubuh lainnya juga palsu. Tapi ada satu kebiasaan Jono yang tak hilang. Yaitu kegemarannya main taruhan. Suatu hari, Jono bertaruh dengan tetangganya, si Budi.

Jono: "Budi, ayo kita bertaruh."

Budi: "Taruhan apa, Pak Jono?"

Jono: "Saya akan menggigit telinga saya sendiri."

Budi: "Ah, mana mungkin ada orang bisa menggigit telinga sendiri. Melihat tanpa cermin pun tidak bisa. Apalagi menggigit."

Jono: "Makanya, taruhan Rp 500 ribu, yuk!"

Budi: "Oke, siapa takut."

Setelah disepakati, Jono pun melepas telinga palsunya dan menggigitnya. Budi jelas kesal karena kalah taruhan. Keesokan harinya, Jono menantang Budi taruhan lagi.

Jono: "Mau taruhan lagi, Bud?"

Budi: "Oke, tapi saya yang pilih jenis taruhannya."

Jono: "Oke, no problem."

Budi: "Kalau Pak Jono bisa menggigit mata sendiri, saya bayar 1 juta."

Budi berani bertaruh seperti itu karena Jono bisa melihat dengan jelas dan tidak buta. Maka tidak mungkin ia melepas bola matanya. Karena bola mata itu asli. Tapi dasar Jono si Pahlawan Perang, dia pun tetap nekat.

Jono: "Oke, saya setuju!"

Jono pun segera melepas gigi palsunya, dan menggigitkan gigi itu ke matanya sendiri.

0 komentar

Posting Komentar