Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label definisi pariwisata alternatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label definisi pariwisata alternatif. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Januari 2011

Definisi Pariwisata dan Wisatawan



Kalau kita mendengar atau memikirkan tentang kata pariwisata, seringkali yang kita bayangkan hanyalah orang – orang yang mengunjungi suatu tempat dengan tujuan untuk melihat – lihat, mengunjungi teman atau saudara, dan berlibur untuk bersenang – senang yang mungkin menghabiskan waktunya untuk berbagai kegiatan seperti : olah raga, berjemar, jalan – jalan, tour, membaca, atau kegiatan yang paling sederhana untuk menikmati alam atau lingkungan sekitar. Atau jika kita berpikir lebih jauh lagi tentang pariwisata, yang terlintas dalam pikiran kita adalah orang – orang yang berpartisipasi dalam kegiatan – kegiatan tertentu seperti ; konvensi, konfrensi bisnis, atau kegiatan bisnis lain, study tour dengan seorang guide atau melakukan kegiatan penelitian.

Ada berbagai pendapat dalam mendefinisikan kata pariwisata tersebut, namun hal yang paling penting adalah kita harus memandang pariwisata secara menyeluruh berdasarkan skup ( cakupan) atau komponen yang terlibat dan mempengaruhi pariwisata antara lain :

  1. Wisatawan

Setiap wisatawan ingin mencari dan menemukan pengalaman fisik dan psikologis yang berbeda – beda antara satu wisatawan dengan wisatawan lainnya. Hal inilah yang membedakan wisatawan dalam memilih tujuan dan jenis kegiatan di daerah yang dikunjungi.

  1. Industri Penyedia Barang dan Jasa

Orang – orang bisnis atau investor melihat pariwisata sebagai suatu kesempatan untuk mendatangkan keuntungan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan wisatawan.

  1. Pemerintah Lokal.
  2. Masyarakat setempat

Masyarakat lokal biasanya melihat pariwisata dari faktor budaya dan pekerjaan karena hal yang tidak kalah pentingnya bagi masyarakat lokal adalah bagaimana pengaruh interaksi wisatawan dengan masyarakat lokal baik pengaruh yang menguntungkan maupun yang merugikan.

Dari uraian di atas dapat kita lihat bahwa pariwisata merupakan gabungan dari sejumlah fenomena yang muncul dari interaksi antara wisatawan, industri penyedia barang & jasa, pemerintah lokal, dan masyarakat setempat dalam sebuah proses untuk menarik dan melayani wisatawan.(Mc Intosh & Shashikant Gupta)

B. INDUSTRI PARIWISATA (TOURISM INDUSTRY)

Para ahli umumnya memberi salah satu batasan pengertian tentang industri, yaitu segala jenis uasaha yang bertujuan untuk menciptakan atau menghasilkan barang – barang atau jasa – jasa melalui suatu proses produksi.

PARIWISATA sebagai suatu usaha yang berbentuk dalam satu proses yang dapat menciptakan suatu nilai tambah terhadap barang dan jasa yang telah diproses seabagai produk, baik yang nyata (tangible product), maupun yang tidak nyataa (intangible product), berupa jasa pelayanan.

Dengan pengertian pariwisata tersebut maka dapat diuraikan unsur – unsur yang terdapat dalam kegiatan kepariwisataan ialah sekelompok orang yang melakukan kegiatan wisata dan menggunakan kemudahan – kemudahan yang dapat menunjnag kegiatan wisata tersebut. Adapun kegiatan wisata yang dapat dilakukan oleh sekelompok orang ialah kegiatan guna melakukan kenikmatan, kesenangan, keindahan alam semesta serta lingkungan yang lain dari keadaan, yang setiap hari dialami oleh sekelompok orang – orang yangs elanjutnya sekelompok orang itu disebut wisatawan.

Secara jelas dapat dilihat bahwa pariwisata bukanlah merupakan suatu industri seperti sama halnya industri barang jadi seperti mesin, perabot, dan lain – lain yang mempunyai pabrik dan yang menghasilkan barang – barang yang secara langsung dapat dikonsumsi oleh masyarakat sebagai hasil produksinya. Sebenarnya pariwisata lebih tepat disebut sebagai suatu kegiatan, tetapi jika dilihat dari sudut ekonomi akktivitas tersebut menciptakan permintaan atau demand yang memerlukan pemasaran dari produk aktivitasnya. Produk yang diciptakan bagi kepariwisataan dihasilkan oleh perusahaan – perusahaan yang terpisah tetapi saling melengkapi. Produk tersebut berupa barang dan jasa – jasa (goods and services). Oleh karena itu kegiatan pariwisata lazim disebut dengan

Banyak pendapat tentang arti dan makna kepariwisataan, dan diantaranya kami ambilkan beberapa pakar dalam bidangnya yang membuat definisi masing – masing ditinjau dari persepsinya yangs esuai dengan bidang keilmuannya antara lain:

1. Prof. K.Kraft:

“Tourism is totally of thr relationship and phenomena of … from the travel and stay, doesn’t imply the establisment of… resident”

( kepariwisataan adalah keseluruhan hubungan dan fenomena yang timbul dari perjalanan dan tinggalnya manusia, yang bertujuan unuk membangun/menciptakan tempat tinggal tetap)

2. Mr. Herman V, Schulalard

“Tourism is the sum of operation, manly of an economic nature, which directly related to entry, stay and movement of foreigner inside certain country, city or region”

(Kepariwisataan adalah sejumlah kegiatan, terutama yang bersifat ekonomi yang secara langsung berkaitan dengan masuk, tinggal dan bergeraknya orang – orang asing dalam satu negara, kota atau wilayah)

3. Ketetapan MPRS No. I-II Tahun 1960 menyatakan:

“kepariwisataan dalam dunia modern pada hakekatnya adalah suatu cara untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam mememberi hiburan rohani dan jasmani setelah beberapa waktu bekerja serta mempunyai modal untuk melihat – lihat daerah atau kota lain (pariwsata dalam dan luar negeri)

4. Undang – Undang RI No. 9 tahun 1990 tentang kepariwisataan, adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata serta usaha – usaha yang terkait di bidang tersebut. Sedangkan pengertian usaha secara umum adalah suatu kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa – jasa pariwisata serta menyediakan atau mengusahakan objek dan daya tarik wisata, usaha sarana pariwisata, dan usaha lain yang terkait di bidang tersebut.

5. Robert E. Guyer – Freuler di dalam bukunya yang berjudul Handbuch des Schweizerischen Volkswirtschaft, merumuskan pariwisata ini sebagai berikut : “pariwisata adalah merupakan gejala jaman sekarang yang didasarkan atas kebutuhan akan kesehatan dan pergantian hawa, penilaian yang sadar dan menumbuh terhadap keindahan alam, kesenangan dan kenikmatan alam semesta, dan pada khusunya disebabkan oleh bertambahnya pergaulan berbagai bangsa dan kelas dalam masyarakat manusia sebagai hasil perkembangan perniagaan, industri dan perdagangan serta penyempurnaan alat – alat pengangkutan.”

Pariwisata juga merupakan gabungan antara kegiatan jasa atau industri penyedia pelayanan kepada wisatawan yang dapat memberi suatu pengalaman kepada wisatawan yaitu transportasi, akomodasi, jasa boga, pusat perbelanjaan, hiburan, fasilitas penunjang dan jasa lainnya. Yang disediakan bagi mereka yang bepergian jauh dari rumah

B. WISATAWAN (PENGUNJUNG)

Berdasarkan definisi yang dikeluarkan oleh The Committee of Statistical Experts of the league of Nations tahun 1937 bahwa

- Wisatawan : orang yang mengunjungi suatu negara selain negara dimana dia tinggal

- Yang berikut ini adalah orang yang biasa dianggap sebagai wisatawan :

a. orang – orang yang bepergian untuk tujuan bersenang – senang, alasan keluarga, untuk tujuan kesehatan, dan lain – lain.

b. Orang – orang yang bepergian untuk mengadakan pertemuan atau mewakili kedudukan sebagai diplomat, misi keagamaan, orang – orang yang bepergian dengan alasan dagang.

c. Orang – orang yang singgah dalam pelayaran lautnya, sekalipun tinggal kurang dari 24 jam.

Berdasarkan pendapat F.W. Ogilvie tentang pariwisata, wisatawan adalah “semua orang yang memenuhi syarat yaitu pertama bahwa mereka meninggalkan rumah kediaman mereka untuk jangka waktu kurang dari satu tahun, kedua bahwa sementara mereka bepergian mereka mngeluarkan uang di tempat yang mereka kunjungi tanpa dengan maksud mencari nafkah di tempat tersebut.”

Batasan ini diberi variasi oleh A.J. Norwal yang mengatakan bahwa wisataan adalah seseorang yang memasuki wilayah negeri asing dengan maksud tujuan apapun asal bukan untuk tinggal permanen atau untuk usaha – usaha yang teratur melintasi perbatasan, dan yang mengeluarkan uangnya di negri yang dikunjungi, uang mana diperolehnya bukan di negri tersebut melainkan di negri lain.

Batasan ini mencakup : Tourist dan Exursionist

1. Tourist ( Wisatawan)

Yaitu pengunjung sementara yang tinggal sekurang – kurangnya 24 jam di negara yang dikunjungi dengan tujuan sebagai berikut :

- rekreasi, berlibur, kesehatan, studi, agama, dan sport.

- Bussiness, family, friends, meeting, mission.

2. Exursionist ( Pelancong)

Ialah pengunjung sementar yang tinggal kurang dari 24 jam di negara yang dikunjungi misalnya : penumpang kapal pesiar dan penumpang transit.

Jumat, 19 Juni 2009

ALTERNATIVE TOURISM

1. Definisi pariwisata alternatif secara luas adalah sebagai bentuk pariwisata yang konsisten dengan nilai-nilai alam sosial dan nilai-nilai masyarakat serta memungkinkan bagi masyarakat lokal maupun wisatawan untuk menikmati interaksi yang positif dan wajar serta menikmati indahnya berbagai pengalaman (William RE & Valene LS, 1992:3).
Sejarah pariwisata alternatif (William RE & Valene LS), dimulai pada perjalanan bangsa yunani dan bangsa romawi dengan bermaksud untuk melakukan ziarah. Pada awalnya para musafir ini menumpang menginap pada rumah-rumah penduduk dengan fasilitas seadanya. Makin lama, makin ramai para musafir dengan berbagai macam tujuan perjalanan, yakni untuk ziarah, berdagang dan mengunjungi sanak saudara ditempat yang jauh. Sehingga perpindahan musafir-musafir ini membutuhkan banyak sarana dan prasarana perjalanan.
Pariwisata menjadi industri yang besar pada abad ke 19. Dictionnaire universale du XIXe siecle tahun 1876 (yang di kutip oleh Sigaux 1966: 7) mendefinisikan wisatawan sebagai “orang bepergian yang senang berpergian, berdasarkan rasa ingin tahu dan karena mereka tidak mempunyai kegiatan yang lebih baik untuk dilakukan” dan “bahkan untuk kesenangan dalam menyombongkan diri setelah itu”. Tetapi bentuk “alternatif” dari pariwisata yang berkembang di Eropa pada periode yang sama, seperti yang dilaporkan pada tahun 1985 dalam Special Issue: The Evolution of Tourism, dari Annals of Tourism Research. Yang dicatat pada article ini untuk “tramping” oleh anggota kelas pekerja Inggris yang “melakukan perjalanan Tramp sebagai ritual untuk menunjukan tingkat kedewasaan (Adler 1985: 339). Pada tahun 1990an ada perasaaan bahwa publik telah menjadi “lelah” dengan keramaian, kecapekan dari Jet Lag, sadar oleh bukti-bukti polusi, dan mencari sesuatu yang ”baru”. Inovatif tetapi dengan cepat meraih popularitas sebagai bentuk liburan “alternatif” pada dekade ini adalah walking tour (beberapa sangat mahal karena tingkat akomodasi dan jenis masakan yang disediakan), tur bersepeda, home dan farm stays, setidaknya di Amerika Serikat menunjukan peningkatan pada pariwisata domestik.
Sigaux (1996) mencatat sejarah pariwisata dari zaman Yunani awal sampai pada periode Perang Dunia II, dan ini bisa menunjukan pariwisata masal dan pariwisata “alternatif” lebih dari dua milenium. Pada zaman imperial Tivoli, beberapa mil keluar dari arah Roma menjadi tempat liburan yang terkenal yang menonjolkan taman dan air terjun. Pariwisata “rumah kedua” ini sudah ada sejak zaman Roma dimana ditunjukan boleh banyaknya vila dan spa yang dibangun di luar semua kota besar kerajaan.

2. Definisi pariwisata alternatif,dan mass tourism.
a. Definisi pariwisata alternatif menurut Dernoi:
Initially defined alternative tourism by accomodation in alternative tourism the client receives accomodation directly in, or the home of, the host with, eventually, other services and facilities affered there, (1988:253)
Pengertian pariwisata alternatif dilihat dari sisi akomodasi adalah wisatawan menerima dan menikmati pelayanan akomodasi bersama-sama dengan pelayanan lainnya dan fasilitas-fasilitas lainnya dalam sarana akomodasi tersebut.
Simply state, AT (Alternative tourism)/CBT (Community Based Tourism) is privately offered set of hospitality services, and features, extended to visitors, by individuals, families, or a local community. A prime aim of AT/CBT is to establish direct personal/cultural intercomunication and understanding between host and guest (Dernoi, 1988:89)
Secara sederhana, pariwisata alternatif / pariwisata berbasis komunitas adalah secara menghusus menawarkan sekumpulan pelayanan hospitaliti (keramahtamahan) dan fitur-fitur yang diberikan kepada wisatawan oleh masyarakat perseorangan, keluarga, atau komunitas lokal. Tujuan utama pariwisata alternatif / pariwisata berbasis komunitas adalah mendirikan sebuah komunikasi budaya secara langsung dan menjalin saling pengertian antara wisatawan(tamu) dan pihak penyelanggara (host/masyarakat)


b. Bagan Mass Tourism dengan Alernative Tourism


Nature Tourism or Ecotourism

TOURISM
Mass Tourism
(Conventional, Standard, Large Scale Tourism)
Alternative Tourism
Cultural
Educational
Scientific
Adventure
Agritourism
- Rural
- Ranch
- Farm
The Alternative Tourism (After Mieczkowski,1945 :459)

Nature Tourism or Ecotourism


Berdasarkan Mieczkowski (1945 : 459), Pariwisata dibedakan menjadi dua macam, yakni : Mass Tourism dan Alternative Tourism. Mass tourism bersifat konvensional, standar dan berskala besar. Alternative tourism terdiri dari 5 (lima) macam yakni : cultural tourism (pariwisata budaya), Educational tourism (pariwisata pendidikan), scientific tourism (pariwisata science), adventure tourism (pariwisata petualangan) dan agritourism ( pariwisata pertanian) yang kesemuanya merupakan Nature Tourism atau Ecotourism (pariwisata berwawasan lingkungan).
Bentuk yang lebih mengkhusus dari Pariwisata Alternatif menurut Mieczkowski (1995) adalah kebudayaan, pendidikan, pemelitian ilmiah, petualangan dan agrowisata di daerah pedesaan, peternakan dan pertanian.
Secara signifikan hal tersebut di atas saling melengkapi dengan Pariwisata Masal, tetapi perbedaan pokoknya adalah skala dan dampak yang ditimbulkannya. Keterkaitan lainnya antara beberapa tipe dari pariwisata alternatif itu sendiri, contohnya pariwisata budaya untuk memperluas pengetahuan dan ekowisata adalah sejalan dengan pariwisata berbasis alam. Kemudian Mieczkowski menemukan kesulitan dalam menentukan konteks daripada Pariwisata alternatif karena, walaupun mereka tidak bersentuhan langsung dengan Pariwisata Budaya, tapi saling bersinggungan dengan Pendidikan, Penelitian Ilmiah, dan Agrowisata.
Dengan demikian, Pariwisata Alam atau Ekowisata merupakan bagian atau turunan dari Pariwisata Alternatif.

c. Membandingkan paradigma mass tourism dan alternative tourism
The Concern of Mass Tourism and Alternative Paradigm (Ecotourism) Views
Mass Tourism
Alternative tourism
1. Management of evolutionary change survival of the fittest within a western rationalist approach based on exisiting economic principles
1. Radical change moving towards cooperative and community based approachs outside of the exisiting tourism industry
2. Maintaining social order, exisiting tourism system unquestioned
2. Transforming social system analysing structural conflics and contradictions and including nature in the equation
3. Greater efficiency of current tourism system, hence increased profitability
3. Creating more just and equitable systems that can step beyond the tourism system
4. Appearance of harmony, integraphis, and cohesion of social groups involved in the tourism process
4. Contradictions between social ideals and reality, attemps to demonstrate this and alternate it
5. Focus on ways to maintain cohesion and consensus
5. Ways to dismantre or change systems of domination
6. Solidarity
6. Emancipation
7. Identifying and meeting individual needs within exisiting social system
7. Current tourism systems incapable of equitablly meeting basic human needs
8. Focused on actuality, discovering and understanding what it is
8. Foccused on potentialyty: providing a vision what could be
Pariwisata Masal
Pariwisata Alternatif
Manajemen perubahan evolusi sebuah pendekatan aliran rasionalis Barat yang didasarkan atas prinsip-prinsip ekonomi
Perubahan yang radikal menuju kerjasama dan pendekatan berbasis masyarakat di luar industri pariwisata yang ada.
Memelihara tatanan sosial, system pariwisata yang ada tidak dihiraukan
Mengubah sistim sosial menganalisa konflik-konflik dan kontradiksi serta alam dalam persamaan, termasuk persamaan sifat
Efesieni lebih besar terhadap system pariwisata yang ada karena itu keuntungannya meningkat.
Berbuat lebih banyak dan sistem yang lebih pantas untuk meningkatkan system pariwisata yang ada
Tampak harmoni, integrasi dan perpaduan dari kelompok-kelompok sosial termasuk dalam proses kepariwisataan
Kontradiksi antara idealis sosial dengan kenyataan, namun ada usaha-usaha untuk mengurangi kontradiksi tersebut.
Fokus untuk cara-cara untuk memelihara hubungan dan persetujuan umum.
Cara-cara untuk mengubah system yang mendominasi
Solidaritas
Emansipasi
Identifikasi dan mempertemukan kebutuhan-kebutuhan individu diantara system sosial yang ada
Arus sistem pariwisata saat ini tidak mampu mempertemukan kebutuhan dasar manusia
Fokus pada hal yang nyata, menemukan dan memahami pariwisata
Fokus pada hal-hal yang mendasarm menyediakan suatu visi dari apa yang bisa


3. Klasifikasi dari pariwisata sebagai sebuah sinteis (Douglas G Pearce)
Klasifikasi dari pariwisata sebagai sintesis dapat di bagi menjadi hard dan soft tourism dimana dalam pengklasifikasian tersebut berdasarkan atas beberapa variabel.
Adapun beberapa variabel pertanyaan yang di gunakan dalam pengklasifikasian pariwisata dalam sebagai sintesis yaitu:
Konteks, Fasilitas, lokasi, pengembangan dan kepemilikan, proses pengembangan, pasar dan pemasaran, dampak dimana variable variable tersebut di tuangkan menjadi beberapa pertanyaan yakni:
Variabel pertayaan:
· What are the coutexts in which tourism has develop?
· What is being develop?
· Where is tourism being develop?
· Who are developers?
· How has the tourism develop?
· Who are tthe tourist?
· What impoets are generated?
Having devised some clasiffication or at least a set of variabels by which tourism can be systematically analyzed a number problem can be more ...

a. Dalam konteks apakah pariwisata di telah di kembangkan?
Pertimbangan dari karakteristik kontekstual atara lain: fisik, sosial, budaya, dan lingkungan ekonomi Sangatlah penting karena konteks tersebut akan mempengaruhi bagaimana pariwisata itu berkembang dan dampak yang di timbulkan dalam perkembangan pariwisata tersebut
b. Apa yang telah di kembangkan?
Pertanyan ini di kembangkan berdasarkanvariabel jenis dari fasilitas serta sektor atraksi atraksi sepertimisalnya di kembangkan secara alami atau buatan, untuk umum atau prifat, terbatas atau di sebar luaskan, dan seterusnya.
c. Dimana pariwisata di kembangakan?
Pariwisata dapat di kembangkan di daerah – daerah berpotensial seperti : Pesisir pantai, pegunungan, pedesaan.
d. Siapakah pengembangnya?
Pertanyan ini berhubungan dengan asal dan karakter dari pengembang ( public atau prifat, asing atau local, individual atau kerjasama)
e. Bagaiman pariwisata itu dikembangkan?
Cara bagaiman pariwisata itudi kembangkan dapat deskripsikan dalam konteks hubungan antar beberapa faktor yakni: ekonomi dan fisik, biaya dari pengembangan, perencanaan, proses , dan bentuk dari hasil pengembangan.
f. Siapakah pengunjungnya?
Pertanyan yang terkait dengan pengunjung ini terkait dengan karakteristik dan motif,bagaimana mereka melakukan perjalanan.
g. Apakah dampak yang di timbulkan?
Pertanyaan ini terkait dengan analisa dampak- dampak yang mungkin di timbulkan dari pengembangan suatu jenis pariwsata.

4. Implikasi dari pariwisata alternative terutama di pandang dari wisatawan dan sumberdaya terhadap komponen sosial, budaya dan ekonom.
a. Implikasi pariwisata alternatif di pandang dari wisatawan terhadap sosial, budaya, dan ekonomi.
Implikasi yang di timbulkan bisa negatif, positif, ataupun netral. Jumlah tingkah laku wisatawan yang datang dapat memberikan implikasi positif pada aspek sosial dan lingkungan namun dapat memberikan implikasi negative terhadap aspek ekonomi, namun demikian jumlah serta tingkah laku wisatawan dapat memberikan dampak sebaliknya dalam ketiga aspek tersebut.selain itu lokasi,waktu, kontak, serta kesamaan pengunjung juga dapat memberikan implikasi sosial, lingkungan serta ekonomi.
b. Implikasi pariwisata alternatif di pandang sumer daya terhadap komponen sosial,budaya dan ekonomi.
Sumber daya dapat memberikan implikasi positif, negatif serta netraldi masing masing aspek sosial, lingkungan serta ekonomi di lihat dari kerapuhan sumberdaya tersebut, keunikanya serta kapasitas dari sumber daya tersebut.