Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label HOTEL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HOTEL. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2009

PENGERTIAN HOTEL

Dilihat dari asal katanya, perkataan Hotel berasal dari bahasa Latin Hospes yang mempunyai pengertian untuk menunjukkan orang asing yang menginap di rumah seseorang (teman, kenalan, atau musafir yang dihormati). Kemudian dalam perkembangannya kata Hospes menjadi hotel dalam bahasa Perancis, dan seterusnya menjadi hotel dengan pengertian sebagai rumah penginapan (Suarthana, 2006 : 11).

Menurut Sihite (2000 : 53) Hotel adalah: “jenis akomodasi yang menyediakan fasilitas dan pelayanan penginapan, makan dan minuman, serta jasa-jasa lainnya untuk umum yang tinggal untuk sementara waktu dan dikelola secara komersial”.

Sedangkan menurut keputusan Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi no. KM.94/HK103/MPPT-87 dinyatakan bahwa “Hotel adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa penginapan, makan dan minum, serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial” (Suarthana, 2006 : 11).
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa hotel adalah suatu jenis akomodasi yang menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang menyediakan jasa penginapan, pelayanan makanan dan minuman serta jasa penunjang lainnya, yang disediakan untuk umum dan dikelola secara komersial.

Kamis, 11 Juni 2009

PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK MEMACU PEREKONOMIAN DAN PARIWISATA


Pariwisata tidak dipungkiri lagi berfungsi sebagai motor penggerak perekonomian di Bali. Dalam hal ini pariwisata menimbulkan multiflier effect bagi seluruh aktivitas ekonomi di Bali. Sebagai contoh : Pariwisata membutuhkan sarana akomodasi, restoran, bar dan fasilitas penunjang lainnya. Satu buah hotel yang didirikan akan menyerap banyak tenaga kerja. Selain itu hotel membutuhkan berbagai supplier untuk memasok kebutuhan hotel. Tenaga kerja yang diserap hotel juga membutuhkan berbagai macam kebutuhan hidupnya, sehingga muncul berbagai macam pusat perbelanjaan, demikian seterusnya rantai ekonomi yang ditimbulkan dari aktivitas pariwisata sebagai akibat dari multilier effect tersebut.
TIK, sangat menunjang perkembangan pariwisata, dengan TIK maka informasi dan komunikasi dapat dilakukan dengan sangat cepat, efisien dan akurat yang mampu mereduce human error. Sebagai contoh alikasi TIK, yakni penggunaan software LIBICA, FIDELIO sebagai Program Piranti Lunak Hotel Information System. Dengan menggunakan software tersebut informasi mengenai kepastian pemesanan kamar, kepastian rekening tamu, informasi tamu yang akan datang ke hotel, tamu yang sedang tinggal di hotel dan tamu yang akan meninggalkan hotel. Informasi yang cepat, tepat dan akurat tersebut akan membuat tamu puas dan senang tinggal dihotel. Kepuasan tamu akan menyebabkan tamu akan kembali lagi untuk berlibur di Bali dan tinggal di hotel tersebut. Jika dikaitkan dengan tujuan berdirinya sebuah hotel, yakni : Profit through guest satisfaction, and get a repeat business through word of mouth communication, peranan TIK dirasakan sangat vital. Kondisi ini berlaku juga untuk perusahaan lainnya yang berperan sebagai entitas ekonomi (mengelola sumber daya yang ada untuk dapat ditukarkan kepada pasar sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar/konsumen sehingga tercapai kepusan pasar/konsumen)

Dari sisi Ekonomi, yang berfungsi untuk mengelola seluruh sumber daya (man, material, money,machine, method, market) melalui fungsi manajemen (planning, organising, actuating, controlling dan evaluating) sehingga mampu menciptakan produk yang memiliki nilai/value yang mampu memuaskan kebutuhan konsumen, peranan ekonomi dan pariwisata merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Mengacu pada definisi pariwisata : Suatu fenomena yang menyebabkan perpindahan orang dari satu tempat (tempat tinggalnya) ke tempat yang bukan tempat tinggalnya untuk kebutuhan bersenag-senang (leisure), tidak untuk mencari nafkah, menetap dan tidak untuk tujuan vokasional, dimana perpindahan ini membutuhkan berbagai sarana dan prasarana pariwisata. Pada poin ini, kebutuhan sarana dan prasarana pariwisata semestinya dikelola dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi, khususnya (Manajemen : Keuangan, pemasaran,sdm dan operasional) serta akuntansi.
Dengan manajemen keuangan, maka perusahaan-perusahaan dalam indusri pariwisata akan mampu mengelola usahanya dengan menggunakan alternative sumber-sumber pendanaan yang murah serta mampu menginvestasikannya pada sector yang menguntungkan.
Dengan manajemen pemasaran, maka perusahaan-perusahaan dalam industri pariwisata akan mampu mengelola usahanya dengan menciptakan produk yang mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan pasar.
Dengan manajemen sumber daya manusia, maka perusahaan-perusahaan dalam industri pariwisata akan mampu mengelola sumber daya manusia, sebagai kunci sukses persaingan bisnis.
Dengan manajemen operasional, maka perusahaan-perusahaan dalam industri pariwisata akan mampu mengelola usahanya dengan memperhatikan konsep keberlanjutan (sustainability) melalui konsep CSR (Consumen Social Responsibility), menggunakan bahan baku yang ramah lingkungan dan menghasilkan produk yang tidak mencemari lingkungan.

Minggu, 10 Mei 2009

PENGALAMAN TRAINING







OLEH MERRY VIA ANGGRENY, MAHASISWI STIE TRIATMA MULYA



PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Bali merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang sangat terkenal di mancanegara. Pariwisata di Bali sangat menarik hati para wisatawan, baik domestik ataupun wisatawan asing. Yang menarik dari pariwisata di Bali adalah keindahan alamnya, keramahan orang-orangnya, seni dan budayanya dan masih banyak lagi.
Dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Bali ini merupakan suatu peluang untuk menyediakan fasilitas-fasilitas yang diperlukan oleh wisatawan. Salah satunya adalah restoran dan hotel. Hotel yang diharapkan adalah hotel yang bagus, bersih dan memiliki pegawai yang terampil, disiplin, rapi dan berpengetahuan luas.
Untuk itu dibangunlah sekolah-sekolah khusus perhotelan dan pariwisata. Dengan adanya sekolah perhotelan tersebut, diharapkan dapat mendidik, mengajar, dan melatih para siswa / siswinya untuk nantinya siap dan mampu bekerja di perusahaan pelayanan. Dalam hal ini adalah hotel-hotel, restoran dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pariwisata.

1.2 Tujuan dan Manfaat Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui semua masalah yang ada di hotel dan pembahasannya.
2. Untuk dapat membandingkan teori yang di dapat di sekolah dan di hotel.

Manfaat dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat mengetahui bagaimana disiplin dan bekerja di hotel dengan baik
2. Mempersiapkan mental bila suatu saat ingin bekerja di suatu hotel.
3. Adanya motivasi untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
4. Menambah pengalaman dan pengetahuan tentang menu-menu di hotel.



BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Berdirinya Hotel
Hotel Tamu Kami merupakan salah satu hotel yang beralamat di Sanur, yakni di Jl. Danau Tamblingan No.64 X Sanur 80228 - Bali.
Eugeen de Geets dan Suzanne de Ridder adalah pasangan suami istri pemilik hotel tersebut. Mereka berkewarganegaraan Belgia. Dulunya sebelum memiliki hotel di Bali, mereka biasanya datang ke Bali hanya untuk berlibur.
Setelah berdirinya hotel itu, mereka menjalankan bisnis di Bali dan mengangkat seorang gadis Bali sebagai anak angkatnya. Kini ia menjabat sebagai Managing Hotel Tamu Kami.

2.2 Kepemilikan dan Lokasi Hotel
Pemilik dari Hotel Tamu Kami adalah Eugeen de Geets dan Suzanne de Ridder. Hotel tersebut berlokasi di Jl. Danau Tamblingan 64 X Sanur – Bali.
No. Telp : 62 361 282 510
Fax : 62 361 282 520
e-mail : tamukami@indosat.id
website : http://www.tamukamibali.com/

2.3 Fasilitas yang Dimiliki Hotel
Hotel Tamu Kami memiliki 21 kamar terdiri dari:
A. Fasilitas kamar
- Room standard : 10 kamar
- Superior : 6 kamar
- Deluxe : 1 kamar
- Bungalow : 3 kamar
Fasilitas yang tersedia di kamar:
1. Tempat tidur
2. Lemari pakaian
3. Ruang tamu
4. Meja rias
5. Kamar mandi
6. Televisi
7. telephone
8. AC
9. Kulkas mini
10. Mini bar (khusus di suite)
11. Komputer dan internet jika ada permintaan

B. Fasilitas pelengkap lainnya:
1. Restaurant 6. Lobby
2. Bar 7. Tourist information
3. Swimming pool 8. Laundry
4. Meeting room 9. Office 1 dan 2
5. Spa









BAB III
PEMBAHASAN

Pada hotel Tamu Kami, jadwal kerja dibagi menjadi 2 shift yaitu shift pagi dan sore. Setiap bulan jadwal kerja selalu berubah. Dalam 6 hari kerja dan sehari libur.
a. Shift Morning (07.00 – 015.00)
Tugasnya:
- Menyiapkan buah dan roti untuk tamu breakfast
- Menangani breakfast
- Membantu menyiapkan makanan karyawan
- Menanak nasi
- Menggoreng krupuk untuk karyawan
- Membuat air panas dan teh tawar
- Membuat kentang goreng
- Menyiapkan vegetables
- Menyiapkan salad
- Menyiapkan garnish
- Merebus bayam dan kentang
- Membuat barked potato
- Membuat saus dingin, seperti: mayonnaise, cocktail saus, tartar sauce, French dressing, vinaigrette sauce, orange sauce, dan acar.
- Membersihkan area kitchen
- Membuat saus panas seperti: kare, rendang, Balinese sauce dan sweet sour sauce

b. Shift Evening (15.00 – 23.00)
Tugasnya:
- Menyiapkan makanan karyawan
- Menggoreng krupuk
- Membuat air panas dan teh tawar
- Menanak nasi
- Menyiapkan isi nasi rames, seperti: fish currhy, sweet sour pork, sweet sour chicken, dan beef rending
- Membantu pekerjaan senior
- Mengupas bawang merah dan putih
-
4Membuat chopped onion, garlic dan parsley
- Membersihkan area kitchen

Kita juga diberikan tanggung jawab diantaranya:
- Merapikan semua bahan makanan ke tempat semula
- Menjaga kebersihan area kitchen
- Menjaga peralatan kitchen
- Membantu para senior

Di Hotel Tamu Kita pembagian jadwal kerja dibagi menjadi 2 yaitu:
1. Morning Shift dari pukul 07.00 – 15.00
2. Evening Shift dari pukul 15.00 – 23.00

Perbedaan teori yang didapat di sekolah dan di hotel memang berbeda. Namun, perbedaan itu tidak terlalu signifikan. Dengan adanya perbedaan tersebut justru akan memperluas pikiran kita. Kita bisa tahu apa yang belum kita ketahui. Dengan pengetahuan dasar yang telah didapat di sekolah, itu akan mempermudah kita di dalam melaksanakan praktek kerja industri. Namun, kita harus mengikuti peraturan di hotel mana kita bekerja. Kita juga harus bisa beradaptasi dengan peraturan yang ada di hotel.
Kendala dalam melaksanakan pekerjaan:
Tidak semua senior dapat membimbing trainee dengan baik dan benar
Adanya peralatan kitchen yang sudah rusak
Kitchen yang tidak memiliki ex-house sehingga kalau memasak ruangan menjadi panas, dan asapnya sangat mengganggu, sehingga mengurangi kenyamanan bekerja.
Terkadang kekurangan bahan akibat pengorderan yang tidak sesuai.

Keberhasilan dalam melaksanakan pekerjaan:
Penulis dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bekerja di hotel
Penulis dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, disiplin dan ingin tahu
Penulis dapat mengetahui menu-menu di hotel.
Penulis dapat meningkatkan kemampuan di bidang memasak.






BAB IV
PENUTUP

Simpulan
Pengalaman yang penulis lihat di Hotel Tamu Kami di FB Product, dapat membuahkan hasil yang sangat bermanfaat untuk penulis. Dari pengalaman tersebut, penulis dapat mengambil beberapa kesimpulan, seperti:
1. Di dalam melaksanakan tugas, kita dilatih dan dibimbing untuk siap bekerja di hotel nantinya.
2. Melatih mental untuk dapat bekerja dengan baik
3. Dalam melaksanakan praktek kerja industri, kita dapat memadukan teori yang didapat di sekolah dan di tempat training guna untuk mempermudah pelaksanaan training tersebut.
4. Praktek kerja industri baik dilakukan untuk dapat membiasakan diri bertanggung jawab pada pekerjaan.

Saran-saran
a. Saran untuk Hotel
1. Trainee mohon diajarkan dan dibimbing dengan baik dan benar.
2. Kerjasama departemen satu dengan yang lainnya agar ditingkatkan.
3. Bila terjadi kesalahan, sebaiknya diselesaikan bersama, jangan saling menyalahkan.
4. Peralatan yang sudah rusak sebaiknya diperbaiki atau diganti.
5. Di dapur sangat panas, kalau bisa tolong dibuatkan ex-house agar tidak mengganggu kenyamanan bekerja.

b. Saran untuk Kampus
1. Sebaiknya para dosen mengontrol para mahasiswa yang training jangan sampai ada mahasiswa/mahasiswa yang tidak training.
2. Komunikasi antara dosen dan mahasiswanya harap ditingkatkan.


Data diambil dari:
Hotel Tamu Kami – Sanur
Departemen Tata Boga
(Restaurant)