Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 27 Juni 2011

Pulau Waigeo Raja Ampat


Pulau Waigeo merupakan sebuah pulau yang berada di Provinsi Papua Barat. Pulau Waigeo ini juga dikenal dengan nama Amberi, atau Waigiu. Pulau Waigeo merupakan pulau yang terbesar dari empat pulau utama di kepulauan Raja Ampat, jarak antara Pulau Waigeo dengan Halmahera sekitar 65 km.

Tiga pulau lainnya Salawati, Batanta dan Misool. Luas wilayah kepulauan waigeo adalah sekitar 3.155 km ², dan mempunyai ketinggian hampir 1000 m. Luas wilayah pulau waigeo Dari barat ke timur pulau sekitar 110 km, sedangkan dari utara ke selatan sekitar 50 km.
Sejak 1997, pulau ini telah menjadi tempat budidaya mutiara dimiliki oleh perusahaan Australia Atlas Pasifik.

Sumber : Wisatanesia

Jumat, 06 Mei 2011

Berburu Lalat


Seorang wanita berjalan ke dapur dan melihat suaminya sedang berkeliling dengan pemukul lalat.

"Apa yang kamu lakukan?" Dia bertanya.

"Berburu Lalat." Suami menjawab.

"Oh! Membunuh lalat?" Dia bertanya.

"Yap, 3 jantan, 2 Betina," jawab suami lagi.

Penasaran, ia bertanya, "Bagaimana kamu bisa membedakan mereka?"

Suami menjawab, "3 lalat berada di gelas bir, 2 berada di telepon."

Jumat, 29 April 2011

Bledug Kuwu


Bledug Kuwu adalah sebuah kawah lumpur (mud volcano) yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Propinsi Jawa Tengah. Tempat ini dapat ditempuh kurang lebih 28 km ke arah timur dari kota Purwodadi.

Bledug Kuwu merupakan salah satu obyek wisata andalan di daerah ini, selain sumber api abadi Mrapen, dan Waduk Kedungombo. Obyek yang menarik dari bledug ini adalah letupan-letupan lumpur yang mengandung garam dan berlangsung terus-menerus secara berkala, antara 2 dan 3 menit.

GEOLOGI

Secara geologi, kawah lumpur Kuwu, sebagaimana kawah lumpur lainnya, adalah aktivitas pelepasan gas dari dalam teras bumi. Gas ini biasanya adalah metana. Kuwu adalah satu-satunya yang berlokasi di Jawa Tengah. Letupan-letupan lumpur yang terjadi biasanya membawa pula larutan kaya mineral dari bagian bawah lumpur ke atas. Banjir lumpur panas Sidoarjo juga diakibatkan oleh kawah lumpur, meskipun untuk yang terakhir ini tingkat aktivitasnya lebih tinggi.

KANDUNGAN GARAM

Lumpur dari kawah ini airnya mengandung garam, oleh masyarakat setempat dimanfaatkan untuk dipakai sebagai bahan pembuat garam bleng (IPA: /bləng/) secara tradisional. Caranya adalah dengan menampung air dari bledug itu ke dalam glagah (batang bambu yang dibelah menjadi dua), lalu dikeringkan.

LEGENDA

Menurut cerita turun temurun yang beredar di kalangan masyarakat setempat, Bledug Kuwu terjadi karena adanya lubang yang menghubungkan tempat itu dengan Laut Selatan (Samudera Hindia). Konon lubang itu adalah jalan pulang Joko Linglung dari Laut Selatan menuju kerajaan Medang Kamulan setelah mengalahkan Prabu Dewata Cengkar yang telah berubah menjadi buaya putih di Laut Selatan. Joko Linglung konon bisa membuat lubang tersebut karena dia bisa menjelma menjadi ular naga yang merupakan syarat agar dia diakui sebagai anaknya Raden Aji Saka.

Sumber : Wikipedia

Selasa, 19 April 2011

Rawapening


Rawapening merupakan wisata air dengan perahu-perahu tradisional yang terletak di kaki gunung Telomoyo, gunung Ungaran dan gunung Kendalisodo, tepatnya berada di kecamatan Ambarawa, Bawen, Tuntang dan Banyubiru. Lokasinya berjarak sekitar 25 km dari kota Ungaran.

Di sini terdapat pula daya tarik yang lain, yaitu arena pancing alam, aktivitas nelayan, tanaman enceng gondok dan pembangkit tenaga listrik. Fasilitas yang lain adalah lokasinya mudah dijangkau, dilalui jalur kereta api jurusan Kedungjati-Ambarawa, dikelilingi objek wisata lain dan beberapa rumah makan.

Sumber : Central Java Tourism

Minggu, 17 April 2011

Sosiologi Pariwisata, Definisi dan Arti Pentingnya


Pariwisata adalah fenomena kemasyarakatan yang menyangkut manusia, masyarakat, kelompok, organisasi, kebudayaan dan lain sebagainya. Menurut Cohen dalam Pitana (2008) menyatakan bahwa sosiologi pariwisata adalah cabang keahlian yang memusatkan perhatian kepada motivasi turistik, peraturan-peraturan, hubungan, dan institusi dan akibatnya pada wisatawan dan kelompok-kelompok yang berkaitan dengan wisatawan tersebut.

Karena pariwisata menyangkut manusia dan masyarakat, maka pariwisata sangat sesuai untuk dijadikan objek dari sosiologi. Berkembanglah kemudian kajian-kajian sosiologi tentang pariwisata yang lebih lanjut menjadi cabang sosiologi tersendiri yang disebut sosiologi pariwisata. Secara singkat (Pitana, 2008) menyatakan bahwa sosiologi pariwisata adalah cabang dari sosiologi yang mengkaji masalah-masalah kepariwisataan dalam berbagai aspeknya. Dapat juga dikatakan bahwa sosiologi pariwisata adalah kajian tentang kepariwisataan dengan menggunakan perspektif sosiologi, yaitu penerapan prinsip, konsep, hukum, paradigma dan metode sosiologi di dalam mengkaji masyarakat dan fenomena pariwisata, untuk selanjutnya berusaha mengembangkan abstraksi-abstraksi yang mengarah kepada pengembangan teori. Pendefinisian ini dapat dianalogikan dengan cabang-cabang sosiologi lainnya, seperti sosiologi agama, sosiologi pembangunan, sosiologi hukum dst.

Analisis sosiologis terhadap pariwisata sangat penting dilakukan, karena :
  1. Pariwisata telah menjadi aktivitas sosial ekonomi dominan dewasa ini, bahkan disebut-sebut sebagai industri terbesar sejak akhir abad 20, yang juga menyangkut pergerakan barang, jasa dan manusia dalam skala terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah manusia.
  2. Pariwisata bukanlah suatu kegiatan yang beroprasi dalam ruang hampa. Pariwisata sangat terkait dengan masalah sosial, politik, ekonomi, keamanan, ketertiban, keramah-tamahan, kebudayaan, kesehatan, termasuk berbagai institusi sosial yang mengaturnya.
  3. Pariwisata bersifat sangat dinamis, sehingga setiap saat memerlukan analisis atau kajian yang lebih tajam. Sebagai suatu aktivitas dinamis, pariwisata memerlukan kajian terus menerus (termasuk dari aspek sosial budaya), yang juga harus dinamis, sehingga pembangunan pariwisata bisa memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, khususnya masyarakat lokal
  4. Pariwisata tidaklah eksklusif, dalam arti bahwa pariwisata bukan saja menyangkut bangsa tertentu, melainkan juga dilakukan oleh hampir semua ras, etnik dan bangsa, sehingga pemahaman aspek-aspek sosial budaya sangat penting.
  5. Pariwisata selalu mempertemukan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda, yang mempunyai perbedaan dalam norma, nilai, kepercayaan, kebiasaan dan sebagainya. Pertemuan manusia atau masyarakat dengan latar belakang sosial-budaya yang berbeda akan menghasilkan berbagai proses akulturasi, dominasi, asimilasi, adopsi, adaptasi, dalam kaitan hubungan antar budaya yang tentunya merupakan salah satu isu sentral dalam sosiologi.
  6. Dewasa ini pariwisata sudah hampir menyentuh semua masyarakat dunia, sampai kepada masyarakat-masyarakat terpencil. Pariwisata sudah terbukti menjadi salah satu primeover dalam perubahan sosial budaya, sedangkan perubahan sosial budaya merupakan aspek kemasyarakatan yang menjadi salah satu fokus kajian sosiologi.
  7. Berkembangnya berbagai lembaga, baik ditingkat lokal, regional, ataupun internasional, yang terkait dalam pariwisata, juga merupakan salah satu perhatian dalam sosiologi, sebagaimana sebelumnya sosiologi telah membahas berbagai aspek modernisasi dan dependensi dari hubungan antar negara.

Sabtu, 16 April 2011

Pengertian Hotel


Hotel adalah usaha akomodasi yang dikelola secara komersial yang menyediakan pelayanan makan, minum dan fasilitas penunjang lainnya. Dari pengertian di atatas, dapat dijelaskan bahwa sebuah hotel harus memiliki fasilitas berupa kamar tidur, restoran, bar dan fasiltas penunjang seperti : spa, bisniss center, kids corner, fasilitas kebugaran, fasilitas hiburan, drugstore dan fasilitas lainnya yang mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan tamu-tamu yang menginap.

Pengertian komersial disini mengacu pada hotel sebagai unit bisnis yang berorientasi laba. Namun laba yang dicapai hotel hendaknya berlandaskan kepuasan tamu/pelanggan yang menginap, dengan harapan mencapai long term profit dan keberlanjutan usaha hotel tersebut (going concern). Jadi tidak ada hotel yang bertujuan untuk merugi.

Hotel memiliki dua fungsi, yakni sebagai sarana pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan selama melakukan perjalanan dan fungsi sebagai unit bisnis seperti yang dijelaskan di atas. Yang perlu disoroti adalah fungsi pertama sebagai sarana pariwisata. Oleh karena berfungsi sebagai sarana pariwisata yang pengembangannya berdasarkan konsep "sustainable tourism development", pengelolaan sebuah hotel hendaknya tidak melulu berdasarkan prinsip-prinsip bisnis yang menekankan pencapaian laba akuntansi.

Lebih dari pada itu, hendaknya pengelolaan hotel harus memperhatikan indikator dalam "sustainable tourism development" antara lain :
  1. Mampu mensejahterakan karyawan dan masyarakat sekitar lingkungan hotel
  2. Mampu melindungi aset-aset budaya
  3. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata
  4. Mampu memuaskan pelanggan, dalam hal ini wisatawan atau tamu yang menginap
  5. Mampu memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi masyarakat sekitar
  6. Memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan
  7. Melindungi aset alami seperti pantai, hutan, jurang, sungai, bukit dsb
  8. Membantu pengelolaan sumber daya alam yang langka
  9. Mengendalikan dan membatasi dampak negatif dari operasional hotel
  10. Berperan serta dalam perencanaan dan pengendalian pariwisata
Tidak dapat dipungkiri, belum semua hotel mampu melaksanakan butir-butir tersebut di atas. Namun lambat laun semua hotel diharapkan mau dan mampu, karena "sustainable tourism development" merupakan tuntutan bagi wisatawan yang saat ini sudah sangat sensitiv terhadap keberlanjutan dan pelestarian lingkungan. Jadi, lambat laun hotel-hotel yang melanggar prinsip "sustainable" akan tersisih dari persaingan, bahkan di blacklist.

Untuk mampu melayani tamu dengan baik, maka pengelolaan hotel melibatkan banyak profesional yang terikat dalam sebuah organisasi. Organisasi hotel dipimpin oleh General Manager, di bantu oleh Executive Assistant Manager, Resident Manager, Departement Head, Supervisor Section dan Staff Hotel. Berikut ini adalah pemegang kendali fungsi dari sebuah hotel :
  1. Fungsi pimpinan utama dipegang oleh General Manager.
  2. Fungsi pelayanan makanan dan minuman dipegang oleh Food and Beverage Manager.
  3. Fungsi produksi makanan dipegang oleh Executive Chef
  4. Fungsi pelayanan administrasi kamar dipegang oleh Front Office Manager
  5. Fungsi penyiapan kamar dipegang oleh Executive Housekeeper
  6. Fungsi pemasaran dipegang oleh Sales Exevutive Manager
  7. Fungsi akuntansi dipegang oleh Chief Accountant
  8. Fungsi sumber daya manusia dipegang oleh Human Resource Manager
  9. Fungsi kemanan dipegang oleh Chief Security
Organisasi sebuah hotel tidaklah sama antara satu hotel dan hotel lainnya, mengingat bentuk susunan organisasi sangatlah fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan pengelolaan dan karakter pemimpin utamanya, berlandaskan prinsip keefektifan dan efisiensi operasional.

Karir sangat ditentukan dari prestasi dari karyawan hotel. Belum tentu seorang karyawan yang memiliki pendidikan sarjana akan lebih berkembang karirnya dibandingkan seorang karyawan yang berpendidikan diploma. Hal ini disebabkan karena hotel lebih memperhatikan action daripada konseptual berpikir, karena pekerjaan di hotel sangat instant, diproduksi sekarang, harus selesai dan dinikmati sekarang (mengacu pada karakteristik jasa yaitu inseparabelity dan perishable). Namun demikian makin tinggi pendidikan seorang karyawan akan memperbesar peluangnya untuk meningkatkan karir, mengingat dalam penentuan bintang/kelas sebuah hotel akan menilai seberapa tinggi pendidikan karyawannya.

Hotelier Jangan Pelihara 3M



Pada Gambar di atas tampak Pak Wacik bersama Para Senat STP Nusa Dua sedang bersiap untuk mewisuda. Satu pesan penting yang harus dicamkan wisudawan adalah tidak boleh memelihara 3 binatang yang berawal huruf M (3M), yakni :
  1. Malas
  2. Minder
  3. Sombong
Pesan yang lain adalah para wisudawan setelah di wisuda disarankan membeli foto pada saat berwisuda yang bersalaman dengan pak Menteri. Dibalik foto tersebut, tulislah 3M diatas. Bawalah foto tersebut kemanapun pergi atau bekerja. Mungkin maksud Pak Menteri adalah untuk menyemangati diri dan lebih menghargai diri sendiri karena untuk sampai di wisuda membutuhkan perjuangan pengorbanan yang panjang. Terlebih lagi betapa sangat berbahagia mement wisuda kali ini karena wisudawan yang mewisuda adalah Pak Menteri. Sungguh menggembirakan.