Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Obyek Wisata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Desember 2010

Potensi Kudus Sebagai Obyek Pariwisata

Potensi Kudus Sebagai Obyek PariwisataKudus adalah sebuah kota kecil di daerah Jawa Tengah yang terletak di kawasan Pantura (Pantai Utara). Berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Demak dan Grobogan di selatan, dan Kabupaten Jepara di barat. Selain dikenal sebagai kota penghasil rokok, Kudus juga dikenal sebagai Kota Santri, karena Kudus merupakan pusat perkembangan Islam pada abad pertengahan. Hal itu dapat diketahui dengan adanya makam 2 walisanga, yaitu Sunan Kudus atau Syekh Ja’far Shodiq dan Sunan Muria atau Raden Umar Said. Disamping itu, ternyata Kudus memiliki banyak potensi pada banyak bidang, salah satunya adalah pariwisata. Di antaranya ada pariwisata religi, budaya, alam, bahkan kepurbakalaan.

Contohnya saja adalah Museum Kretek. Museum kretek merupakan satu-satunya museum di dunia, yang menceritakan bagaimana asal mula rokok, dan cara pembuatannya.

“…pariwisata di Kabupaten Kudus itu sangat berpotensi, ya. Terlebih lagi kita tahu bahwa kita punya Museum Kretek. Museum kretek adalah satu-satunya museum tentang bagaimana membuat rokok , di dunia hanya ada satu, dan Kudus punya itu…” tegas Anindita yang merupakan pemegang gelar Juara 1 pemilihan Duta Wisata Kabupaten Kudus 2010 saat diwawancarai di sekolahnya.

Sayangnya, masyarakat kurang menaruh perhatian dan penghargaan terhadap nilai-nilai warisan budaya yang seharusnya dilestarikan.

Minggu, 12 Desember 2010

Situs Patiayam bukti Peninggalan Purbakala di Kudus

Situs Patiayam merupakan salah satu obyek wisata bernuansa purbakala yang terdapat di Kudus, tepatnya di Desa Terban, di salah satu bukit gunung Muria. Sebagai tempat yang mengandung fosil seperti diketahui bahwa gunung Muria dahulu bergabung dengan pulau Jawa hanya selama zaman glasial, yaitu sewaktu air laut surut. Dan sekarang bergabungnya gunung Muria dengan pulau Jawa adalah karena adanya pelumpuran di sepanjang daratan Semarang-Rembang. Di kaki selatan gunung Muria, terbentuk suatu pusat erupsi yang tersendiri yaitu Patiayam. Di daerah tersebut ditemukan endapan vulkano-sedomenter yang banyak mengandung fosil vertebrata yang berumur kurang lebih sekitar 800.000 tahun.

Patiayam berada di salah satu bukit gunung Muria, yaitu gunung Slumpit, terdapat konkresi breksi vulkanik yang diikuti oleh puluhan materi pasir dan lempung tufaan. Situs tersebut tak lain merupakan endapan purba hasil letusan gunung Muria. Fosil-fosil yang berhasil ditemukan pada situs ini adalah sisa-sisa manusia purba Homo Erectus berupa 1 buah gigi prageraham bawah dan 7 buah pecahan tengkorak manusia, yang diternukan oleh Dr. Yahdi Yain dari Geologi ITB Bandung pada tahun 1979. Temuan lainnya berupa tulang belulang binatang purba antara lain : Stegodon trigonochepalus (gajah purba), Elephas sp (sejenis Gajah), Rhinoceros sondaicus (badak), Bos banteng (sejenis banteng), Crocodilus, sp (buaya), Ceruus zwaani dan Cervus/Ydekkeri martim (sejenis Rusa) Corvidae (Rusa), Chelonidae (Kura-Kura), Suidae (Babi Hutan), Tridacna (Kerang laut), dan Hipopotamidae (Kudanil). Fosil-fosil yang ditemukan di situs Patiayam ini memiliki keistimewaan, yaitu sebagian situs yang ditemukan bersifat utuh.
Namun walaupun begitu, menurut pemaparan Tim Balar, perawatan terhadap benda bersejarah tersebut hingga saat ini masih kurang optimal terutama karena belum tersedia tempat penyimpan berbagai benda itu secara memadai.

Sebagian benda itu, katanya, disimpan di kantor dinas terkait dan lainnya di rumah warga yang disewa untuk penyimpanan sementara waktu.
Oleh karena itu, diharapkan pemerintah daerah bisa memberikan solusi untuk memecahkan masalah ini, demi kelangsungan Situs Patiayam agar bisa setara dengan situs-situs purbakala lainnya seperti Situs Purbakala Sangiran dan Cipari.