Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 08 November 2011

Budaya dan Pariwisata Riau

Blog Budaya dan Pariwisata Riau merupakan sebuah blog yang memberikan informasi tentang budaya dan pariwisata yang ada di Provinsi Riau. Beragam sekali budaya dan pariwisata yang ada di Provinsi Riau, disetiap kabupaten memiliki ciri khas budaya dan pariwisatanya masing - masing.
 



Berikut Kabupaten yang ada di Provinsi Riau :
  1. Kota Pekanbaru
  2. Kota Dumai
  3. Kabupaten Kampar
  4. Kabupaten Indragiri Hilir
  5. Kabupaten Indragiri Hulu
  6. Kabupaten Kuantan Singingi
  7. Kabupaten Siak
  8. Kabupaten Bengkalis
  9. Kabupaten Rokan Hulu
  10. Kabupaten Rokan Hilir
  11. Kabupaten Kepulauan Meranti
  12. Kabupaten Pelalawan
Dari semua kabupaten yang ada di Provinsi Riau ini masing - masing kabupaten/kota memiliki ciri khas dan keunikannya masing - masing.

Jumat, 04 November 2011

KKN Sibermas STIPAR Triatma Jaya


Gambar 1
Penulis bersama Pejabat Dinas Sosial Tenaga Kerja berbincang mengenai KKN Sibermas

Sebagai civitas akademika Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya, tentunya merupakan sebuah kewajiban untuk melaksanakan Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat. Untuk unsur Pendidikan dan Pengajaran, maka lembaga pendidikan wajib menyelenggarakan proses pengajaran dan juga wajib memberikan dukungan bagi dosen dosennya yang ingin sekolah pada jenjang yang lebih tinggi. Demikian pula dengan penelitian, lembaga wajib menyediakan anggaran untuk penelitian dan dosen dosen wajib melakukan penelitian. Pengabdian Masyarakat juga wajib dilaksanakan, agar ilmu yang ada di institusi pendidikan mampu ditransfer ke masyarakat.


Gambar 2
Penulis Bersama Mahasiswa STIPAR Triatma Jaya (Cynthia, Tika dan Yuni) sedang mengikuti petunjuk pelaksanaan KKN Sibermas

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada awal November 2011 ini merupakan wujud kerjasama antara Pemerintah Daerah melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja, beserta Perguruan Tinggi di wilayah Kabupaten Badung dalam gerakan peduli sosial, memberikan bantuan kepada KK miskin yang ada di Kecamatan Abian Semal

Gambar 3
Mahasiswa STIPAR, Cynthia membantu memberikan bantuan sembako bagi Keluarga Miskin di Kecamatan Abian Semal

Gambar 4
Penulis Menyerahkan Bantuan Semabako Pada KK Miskin di Kecamatan Abian Semal


Gambar 5
Mahasiswa Stipar, Sila Sutrisna dan PinPin Menatap Masa Depan yang Penuh dengan Tanggung Jawab Sosial
Tulisan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial dari pemerintah dan kalangan akademisi untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat tidak mampu.
Sedikit saran, mungkin cara memberikan sembako seperti yang kita lihat merupakan langkah jangka pendek, karena sembako tentunya akan habis dikonsumsi dalam beberapa hari.

Hayo kepada seluruh mahasiswa STIPAR, mari kita bantu pemerintah untuk mensejahterakan rakyat dengan cara yang lebih cerdas, bukan hanya dengan membagi sembako saja!!!!!!

Minggu, 16 Oktober 2011

Kersos Desa Wisata, Bongkasa Bali

Pada hari Jumat, tanggal 14 Oktober 2011, telah diadakan Kerja Sosial di Desa Wisata Bongkasa, Kecamatan Abian Semal, Badung, Bali. Kerja sosial ini merupakan wujud nyata dari pengamalan Tri Darma Perguruan Tinggi di bidang Pengabdian masyarakat. Besertakan 150 Mahasiswa, dan 30 orang dosen, dilengkapi dengan 300 pohon albesia, pasukan STIPAR Triatma Jaya melakukan kegiatan (i) Penghijauan, (ii) Pembersihan lingkungan dan (iii) Ceramah mengenai pengembangan desa wisata, pengembangan sumber daya manusia pariwisata.

Dibawah ini adalah rekaman aktivitas selama mengikuti kersos yang luar biasa!

Gambar 1
Mahasiswi Mahasiswi Membersihkan Lingkungan
Terlihat dari wajah dan semangatnya untuk membersihkan lingkungan dan melakukan penanaman pohon penghijauan. Mahasiswa STIPAR Triatma Jaya memang dididik dan dilatih untuk peduli terhadap lingkungan sekitar, bekerja dengan senyuman (anti JUTEK Style), dan terus bersemangat!!!

Gambar 2
Daya Tarik Wisata, "SPA" di Telabah
Kegiatan ini dilakukan sambil menikmati santap siang di Wantilan Pure Dalem Bongkasa. Sungguh nikmat rasanya merendam kaki, terasa sejuk dan nyaman, membuat kaki bebas bau dan segar kembali untuk melakukan aktivitas berikutnya

Gambar 3
Kori Desa Bongkasa
Ini sebuah pemandangan dan potensi unik yang dimiliki desa bongkasa, yakni berbagai macam jenis kori, tempo doeloe yang tetap dipertahankan sampai sekarang. Coba perhatikan, selalu ada anjing yang setia menjaga rumah penduduk...sebuah keunikan dan keindahan tersendiri!

Gambar 4
Halo Mbah? Punapi Gatrane?
Kalau lihat gambar ini, teringat nenek di kampung, wala mengintip, tetap antusias mengamati apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Selamat Pagi Mbah!!!

Gambar 5
Persiapan Menjelang Penanaman Pohon Albesia
Para mahasiswa berbaris dan berkordinasi untuk segera menanam pohon dan membersihkan lingkungan. Mahasiswa STIPAR Triatma Jaya adalah pekerja keras yang peduli dengan lingkungan dan siap mengabdi pada lingkungan sekitar



Gambar 6
Kori Yang selalu ada Penjaganya
Nahhh...setiap kori ada anjingnya yang lucu dan sedikit'manis' dengan senyum!

Gambar 7
Penanaman Pohon Perdana
Ketua STIPAR Bapak Sutapa Beserta Kades Bongkasa Bapak Wayan Jendera
Semoga tahun depan ada lagi KERSOS ya Pak!

Gambar 8
Penulis Juga Ikut Serta Menanam Pohon

Gambar 9
Mahasiswa Mendengarkan Ceramah Kades Mengenai Potensi Wisata Desa Bongkasa

Setelah diamati, ternyata desa Bongkasa memiliki potensi wisata yang luar biasa di bidang arung jeram, dan kesenian. Perlu diketahui saat ini desa bongkasa memiliki tari bingin yang unik yang ada hanya di desa bongkasa. Ini merupakan potensi yang dapat terus dikembangkan di masa depan. Aura desa bongkasa terasa asri dan mistis. Jika saudara tertarik menekuni dunia spiritual sambil berwisata, ada beberapa tempat yang dapat dikunjungi.

Terimakasih Tuhan, kegiatan ini terlaksana dengan baik berkat pimpinan Bapak Sutapa, kerjasama yang baik dari tim : Bu Dewi Irwanti, Pak Yogi, Pak Arta, Pak Bayu, Pak Surya, Pak Budi, Pak Wiantara, Evi, Bu Ayu, Bu Rini dan Seluruh Senat Mahasiswa STIPAR Triatma Jaya : Yudi, Endra, Koka, Agus, Juju dkk, beserta mahasiswa DIII semester 3 dan 5.

Kamis, 22 September 2011

PENGADAAN BAHAN PROMOSI PARIWISATA KARO

PENGUMUMAN

Dengan ini diumumkan kepada pengusaha studio dan percetakan (usaha kecil atau perorangan) di Sumatera Utara bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo menawarkan paket pekerjaan Pembuatan Bahan Promosi Pariwisata Karo menggunakan Media Audiovisual dan Cetak.

Rincian Pekerjaan :

1. Pengumpulan Bahan (pengambilan Gambar Dan Video)
2. Pengeditan
3. Pembuatan Master VCD dan Master Leaflet
4. Penggandan VCD
5. Penggandaan Leaflet


Spesifikasi Kerja :

Waktu Pekerjaan : 30 Hari

VCD : Durasi 20 menit atau lebih memuat seluruh potensi ODTW Karo
Kuantitas : 2.600 Keping pakai label dan soft pack

Leaflet : Ukuran Double Folio ( 13 X 17 Inch) menggunakan kertas Konstruk 120 gr/m2
Kuantitas : 6.000 lembar (terdiri dari 3 jenis leaflet masing-masing 2.000 lembar)

Besar Anggaran : Rp. 62.730.000,-

Bagi yang berminat melaksanakan pekerjaan ini, silakan mengajukan penawaran harga kepada Pejabat Pengadaan Barang Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Karo paling Lambat tanggal 30 September 2011 beserta kelengkapan administrasi berupa:
1. SIUP Usaha Studio & Percetakan
2. TDP
3. Fotocopy NPWP
4. Akte Perusahaan (untuk usaha berbadan hukum)





Selasa, 20 September 2011

Attitude dalam Dunia Perhotelan





Sikap (atitude) merupakan kata kunci yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi para hotelier, attitude merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagai seseorang yang melayani, harus mampu menempatkan dirinya pada posisi sedikit agak di bawah. Ini bukan berarti merendahkan diri, tetapi merendahkan hati.
Tamu yang menginap di hotel tentunya ingin mendapatkan pelayanan yang optimal, karena mereka sudah membayar dengan harga yang tinggi, tentunya mereka tidak ingin kecewa. Oleh karenanya sebagai sesorang yang akan berkerja pada industri perhotelan, harus mengembangkan sikap-sikap sebagai berikut dalam kehidupan sehari-harinya :
  1. Memiliki pemikiran, Bekerja tanpa pernah mengharapkan hasilnya (Karmany eva dhikaraste mapalecu kadacana). Bekerjalah, dan bekerja...jangan sekali-kali mengharapkan hasil, sembahkanlah pekerjaanmu kepadaNya, karena Tuhan Maha Adil. Apa yang dikerjakan sekarang, walaupun hasilnya tidak sesuai dengan jerih payah yang dilakukan, akan dibayar olehNya dengan cara diluar yang kita bayangkan.
  2. Tepat Waktu.
  3. Mampu bekerjasama dengan rekan kerja. Ingat, bekerja di hotel dan di kapal pesiar merupakan kerja Team, seperti layaknya bermain sepak bola, bukan tinju.
  4. Mampu menghargai satu sama lain.
  5. Buang ego pribadi demi tercapainya kepentingan organisasi.
  6. Selalu mampu tersenyum
  7. Berpenampilan rapih (well groom)
  8. Wangi
  9. Ramah
  10. Tidak mudah marah/sewot/jutek
  11. Hoping for the best annd ready for the worst.
Demikianlah antara lain sikap yang perlu dikembangkan sebagai insan hospitality. Yang perlu diingat adalah, yang membayar gaji karyawan hotel, sesungguhnya bukanlah manajer hotel, tetapi TAMU. Guest is the king, without guest, we don't have things to do, and of course no money gained.

Merantau, merantau, merantau

Gambar 1
Suasana di Port Said, Mesir
Gambar 1
Suasana di Pelabuhan Laut Marseille, Perancis

Bali, sebuah nama yang selalu ada dalam benak wisatawan sebagai tempat yang indah, memiliki pantai dengan pasir putihnya, pemandangan alam yang indah,cindramata yang unik, dan budaya yang tiada duanya di dunia. Bali sudah tidak dapat dipungkiri lagi merupakan sebuah destinasi wisata internasional yang namanya melebihi Indonesia. Memang begitulah adanya, pengalaman penulis waktu merantau ke negara-negara di eropa, jika sedang berkunjung ke kedai kopi dan melakukan percakapan dengan pramusaji, mereka menanyakan dari mana asal penulis. Penulis menjawab asal penulis dari Indonesia. Pramusaji menanyakan kembali, Indonesia itu negara di belahan dunia sebelah mana ya? Penulis menjawab, Indonesia itu berada di garis Katulistiwa (equator), di sebelah utara australia, timurnya papua nugini, selatannya Singapura, Malaysia dan Filipina. Pramusaji mengangguk angguk, tapi sepertinya dengan raut muka yang masih kebingungan.
Kemudian penulis sedikit bercerita kepada pramusaji, bahwa penulis berasal dari Bali. Si pramusaji langsung mengangguk dengan mata berbinar,"0000h...from Bali...Why dont you mention it from beginning, so I will be easy to understand. I have ever been in Bali a year a go with my friend. I have visited Kuta, Tanah Lot, Bedugul, Kuta...so that's very nice place for holiday. Now I know that Bali is a part of Indonesia."
Penulis jujur saja merasa tersanjung dengan keberadaan Bali di Manca negara. Sebagai orang Indonesia yang lahir di Bali, penulis merasa bangga, karena dengan Bali dan nama khas Bali seperti Made, Wayan, Nyoman, Ketut, merupakan Brand tersendiri yang mencerminkan hospitality di Mancanegara. Lebih salut lagi, ketika selesai minum kopi di kedai tersebut, pramusaji mengucapkan " Matur Suksema Bli". Walah...bayangkan, dulu waktu di Bali, kita yang meladeni 'si Bule' dengan bahasa inggris, sekarang di negeri mereka, penulis yang diladeni sebagai tamu, dan mereka mengucapkan Bahasa Bali. Seneng bangeeet.....

Foto di atas merupakan pengalaman penulis ketika bekerja di kapal pesiar. Tampak di samping kanan dan kiri adalah teman-teman penulis sedang menikmati suasana pelabuhan. Ada yang senyum ada pula yang sedih. Mereka yang senyum kebanyakan karena sudah mendapat harapan mata pencarian yang menjanjikan hasil yang lebih besar daripada di Bali. Mereka yang tampak murung, tentunya disebabkan karena rindu pada kampung halamannya, khususnya pada kekasih, dan keluarga mereka.

Bagi mahasiwa yang sedang belajar dan melatih diri pada bidang pariwisata dan perhotelan, pesan penulis, sedapat mungkin, merantaulah ke negeri seberang, timbalah ilmu sebanyak mungkin. Ilmu yang diperoleh dari pengalaman, nilainya jauh lebih tinggi dari hanya membaca dan hanya mendengar. Ilmu yang diperoleh dari pengalaman, melibatkan seluruh panca indera, sehingga tingkat penguasaan pada bidang perhotelan menjadi lebih tinggi. Selagi masih muda, bertenaga besar, raihlah cita-cita setinggi langit. Kejarlah uang sebayak-banyaknya, buatlah usaha sendiri, menikahlah, dan lanjutkan kuliah setinggi-tingginya.

Selasa, 13 September 2011

EKOWISATA MANGROVE


TANGAN YANG JAHIL
DAN SAMPAH PLASTIK MERUSAK KEASRIAN MANGROVE



TULISAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGGUGAH HATI KITA, BETAPA PENTINGNYA KAWASAN HUTAN MANGROVE UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT

Hutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas, memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksana dalam pengelolaannya.

Restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tndakan suilvikultur melalui rekayasa lingkungan, mulai dari penelusuran tapak hingga diketahui tabiat upaya-upaya pemulihannya.

Pulih kembalinya kawasan mangrove seperti sediakala sebelum terdegradasi, menjamin kembali pulihnya habitat bagi kehidupan satwa liar.

(Taryono dan Yulianto)


Dalam tulisan kali ini, mari sejenak kita melihat potensi wisata kawasan hutan Mangrove yang ada di Bali Bagian Selatan, tepatnya di daerah Suwung. Gambar di bawah ini adalah ujung dari hutan Mangrove, dimana kita dapat memandang lepas arah Pantai Selatan. Kita dapat melihat Pelabuhan Benoa disini. Sungguh Indah pemandangannya.....

Gambar 1
Ujung Hutan Mangrove Suwung


Gambar 2
Wisatawan Lokal Melintasi Jembatan Papan

Gambar 3
Salah Satu Anjungan untuk Melihat Fauna Bakau


Balimemang kaya akan potensi wisata. Salah satu yang dimiliki Bali adalah Ekowisata Hutan Mangrove. Lokasi lebih kurang 10 kilometer dari kota Denpasar, ke arah selatan, berdekatan dengan Pura Candi Narmada, dan Pelabuhan Benoa.

Gambar 4
Tempat Pembibitan Mangrove


Yang perlu diperhatikan dalam Ekowisata Mangrove Suwung di Bali, adalah saat ini sudah terjadi kerusakan-kerusakan yang disebabkan karena usia. Misalnya sudah banyak jembatan-jembatan kayu yang bolong akibat pelapukan.

Gambar 5
Jembatan Kayu Bolong,Awas Jatuh!


Jika ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin, beberapa tahun lagi, wisatawan enggan mengunjungi objek wisata ini.

Tidak dapat dipungkiri, objek ini memang menarik untuk dikunjungi. Jujur saja, walau tidak sering mengunjungi tempat ini, saya merasakan ketertarikan yang teramat sangat. Hal ini dikarenakan suasana yang tenang, sepi, damai dan nyaman. Wajar saja jika tempat ini juga dijadikan anak-anak muda untuk berkencan.

Gambar 6
Grafiti Merusak Kebersihan

Tapi, sayang sekali, masih ada saja ulah-ulah manusia yang mengotori obyek wisata hutan mangrove ini, seperti misalnya grafiti-grafiti pada papan informasi. Hal ini sangat tidak mengenakkan untuk di pandang. Bayangkan saja, sebagai wisatawan, ingin juga mengetahui seluk beluk mengenai mangrove. Tapi, begitu hendak membaca keterangan di papan, sudah sangat sulit untuk mengenali hurup-hurup akibat grafiti.

Demikian sekilas mengenai Ekowisata Mangrove, semoga tulisan ini bermanfaat.
Meskipun temanya sudah lama, tetapi semangat untuk melestarikan Pulau Bali sebagai harta karun untuk anak cucu kita di masa mendatang. ITU YANG PENTING CHHOOOOYYYY!