Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 22 September 2011

PENGADAAN BAHAN PROMOSI PARIWISATA KARO

PENGUMUMAN

Dengan ini diumumkan kepada pengusaha studio dan percetakan (usaha kecil atau perorangan) di Sumatera Utara bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo menawarkan paket pekerjaan Pembuatan Bahan Promosi Pariwisata Karo menggunakan Media Audiovisual dan Cetak.

Rincian Pekerjaan :

1. Pengumpulan Bahan (pengambilan Gambar Dan Video)
2. Pengeditan
3. Pembuatan Master VCD dan Master Leaflet
4. Penggandan VCD
5. Penggandaan Leaflet


Spesifikasi Kerja :

Waktu Pekerjaan : 30 Hari

VCD : Durasi 20 menit atau lebih memuat seluruh potensi ODTW Karo
Kuantitas : 2.600 Keping pakai label dan soft pack

Leaflet : Ukuran Double Folio ( 13 X 17 Inch) menggunakan kertas Konstruk 120 gr/m2
Kuantitas : 6.000 lembar (terdiri dari 3 jenis leaflet masing-masing 2.000 lembar)

Besar Anggaran : Rp. 62.730.000,-

Bagi yang berminat melaksanakan pekerjaan ini, silakan mengajukan penawaran harga kepada Pejabat Pengadaan Barang Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Karo paling Lambat tanggal 30 September 2011 beserta kelengkapan administrasi berupa:
1. SIUP Usaha Studio & Percetakan
2. TDP
3. Fotocopy NPWP
4. Akte Perusahaan (untuk usaha berbadan hukum)





Selasa, 20 September 2011

Attitude dalam Dunia Perhotelan





Sikap (atitude) merupakan kata kunci yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Khususnya bagi para hotelier, attitude merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebagai seseorang yang melayani, harus mampu menempatkan dirinya pada posisi sedikit agak di bawah. Ini bukan berarti merendahkan diri, tetapi merendahkan hati.
Tamu yang menginap di hotel tentunya ingin mendapatkan pelayanan yang optimal, karena mereka sudah membayar dengan harga yang tinggi, tentunya mereka tidak ingin kecewa. Oleh karenanya sebagai sesorang yang akan berkerja pada industri perhotelan, harus mengembangkan sikap-sikap sebagai berikut dalam kehidupan sehari-harinya :
  1. Memiliki pemikiran, Bekerja tanpa pernah mengharapkan hasilnya (Karmany eva dhikaraste mapalecu kadacana). Bekerjalah, dan bekerja...jangan sekali-kali mengharapkan hasil, sembahkanlah pekerjaanmu kepadaNya, karena Tuhan Maha Adil. Apa yang dikerjakan sekarang, walaupun hasilnya tidak sesuai dengan jerih payah yang dilakukan, akan dibayar olehNya dengan cara diluar yang kita bayangkan.
  2. Tepat Waktu.
  3. Mampu bekerjasama dengan rekan kerja. Ingat, bekerja di hotel dan di kapal pesiar merupakan kerja Team, seperti layaknya bermain sepak bola, bukan tinju.
  4. Mampu menghargai satu sama lain.
  5. Buang ego pribadi demi tercapainya kepentingan organisasi.
  6. Selalu mampu tersenyum
  7. Berpenampilan rapih (well groom)
  8. Wangi
  9. Ramah
  10. Tidak mudah marah/sewot/jutek
  11. Hoping for the best annd ready for the worst.
Demikianlah antara lain sikap yang perlu dikembangkan sebagai insan hospitality. Yang perlu diingat adalah, yang membayar gaji karyawan hotel, sesungguhnya bukanlah manajer hotel, tetapi TAMU. Guest is the king, without guest, we don't have things to do, and of course no money gained.

Merantau, merantau, merantau

Gambar 1
Suasana di Port Said, Mesir
Gambar 1
Suasana di Pelabuhan Laut Marseille, Perancis

Bali, sebuah nama yang selalu ada dalam benak wisatawan sebagai tempat yang indah, memiliki pantai dengan pasir putihnya, pemandangan alam yang indah,cindramata yang unik, dan budaya yang tiada duanya di dunia. Bali sudah tidak dapat dipungkiri lagi merupakan sebuah destinasi wisata internasional yang namanya melebihi Indonesia. Memang begitulah adanya, pengalaman penulis waktu merantau ke negara-negara di eropa, jika sedang berkunjung ke kedai kopi dan melakukan percakapan dengan pramusaji, mereka menanyakan dari mana asal penulis. Penulis menjawab asal penulis dari Indonesia. Pramusaji menanyakan kembali, Indonesia itu negara di belahan dunia sebelah mana ya? Penulis menjawab, Indonesia itu berada di garis Katulistiwa (equator), di sebelah utara australia, timurnya papua nugini, selatannya Singapura, Malaysia dan Filipina. Pramusaji mengangguk angguk, tapi sepertinya dengan raut muka yang masih kebingungan.
Kemudian penulis sedikit bercerita kepada pramusaji, bahwa penulis berasal dari Bali. Si pramusaji langsung mengangguk dengan mata berbinar,"0000h...from Bali...Why dont you mention it from beginning, so I will be easy to understand. I have ever been in Bali a year a go with my friend. I have visited Kuta, Tanah Lot, Bedugul, Kuta...so that's very nice place for holiday. Now I know that Bali is a part of Indonesia."
Penulis jujur saja merasa tersanjung dengan keberadaan Bali di Manca negara. Sebagai orang Indonesia yang lahir di Bali, penulis merasa bangga, karena dengan Bali dan nama khas Bali seperti Made, Wayan, Nyoman, Ketut, merupakan Brand tersendiri yang mencerminkan hospitality di Mancanegara. Lebih salut lagi, ketika selesai minum kopi di kedai tersebut, pramusaji mengucapkan " Matur Suksema Bli". Walah...bayangkan, dulu waktu di Bali, kita yang meladeni 'si Bule' dengan bahasa inggris, sekarang di negeri mereka, penulis yang diladeni sebagai tamu, dan mereka mengucapkan Bahasa Bali. Seneng bangeeet.....

Foto di atas merupakan pengalaman penulis ketika bekerja di kapal pesiar. Tampak di samping kanan dan kiri adalah teman-teman penulis sedang menikmati suasana pelabuhan. Ada yang senyum ada pula yang sedih. Mereka yang senyum kebanyakan karena sudah mendapat harapan mata pencarian yang menjanjikan hasil yang lebih besar daripada di Bali. Mereka yang tampak murung, tentunya disebabkan karena rindu pada kampung halamannya, khususnya pada kekasih, dan keluarga mereka.

Bagi mahasiwa yang sedang belajar dan melatih diri pada bidang pariwisata dan perhotelan, pesan penulis, sedapat mungkin, merantaulah ke negeri seberang, timbalah ilmu sebanyak mungkin. Ilmu yang diperoleh dari pengalaman, nilainya jauh lebih tinggi dari hanya membaca dan hanya mendengar. Ilmu yang diperoleh dari pengalaman, melibatkan seluruh panca indera, sehingga tingkat penguasaan pada bidang perhotelan menjadi lebih tinggi. Selagi masih muda, bertenaga besar, raihlah cita-cita setinggi langit. Kejarlah uang sebayak-banyaknya, buatlah usaha sendiri, menikahlah, dan lanjutkan kuliah setinggi-tingginya.

Selasa, 13 September 2011

EKOWISATA MANGROVE


TANGAN YANG JAHIL
DAN SAMPAH PLASTIK MERUSAK KEASRIAN MANGROVE



TULISAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGGUGAH HATI KITA, BETAPA PENTINGNYA KAWASAN HUTAN MANGROVE UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE TOURISM DEVELOPMENT

Hutan mangrove merupakan salah satu bentuk ekosistem hutan yang unik dan khas, memiliki nilai ekonomis dan ekologis yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan apabila kurang bijaksana dalam pengelolaannya.

Restorasi ekologi pada dasarnya merupakan tndakan suilvikultur melalui rekayasa lingkungan, mulai dari penelusuran tapak hingga diketahui tabiat upaya-upaya pemulihannya.

Pulih kembalinya kawasan mangrove seperti sediakala sebelum terdegradasi, menjamin kembali pulihnya habitat bagi kehidupan satwa liar.

(Taryono dan Yulianto)


Dalam tulisan kali ini, mari sejenak kita melihat potensi wisata kawasan hutan Mangrove yang ada di Bali Bagian Selatan, tepatnya di daerah Suwung. Gambar di bawah ini adalah ujung dari hutan Mangrove, dimana kita dapat memandang lepas arah Pantai Selatan. Kita dapat melihat Pelabuhan Benoa disini. Sungguh Indah pemandangannya.....

Gambar 1
Ujung Hutan Mangrove Suwung


Gambar 2
Wisatawan Lokal Melintasi Jembatan Papan

Gambar 3
Salah Satu Anjungan untuk Melihat Fauna Bakau


Balimemang kaya akan potensi wisata. Salah satu yang dimiliki Bali adalah Ekowisata Hutan Mangrove. Lokasi lebih kurang 10 kilometer dari kota Denpasar, ke arah selatan, berdekatan dengan Pura Candi Narmada, dan Pelabuhan Benoa.

Gambar 4
Tempat Pembibitan Mangrove


Yang perlu diperhatikan dalam Ekowisata Mangrove Suwung di Bali, adalah saat ini sudah terjadi kerusakan-kerusakan yang disebabkan karena usia. Misalnya sudah banyak jembatan-jembatan kayu yang bolong akibat pelapukan.

Gambar 5
Jembatan Kayu Bolong,Awas Jatuh!


Jika ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin, beberapa tahun lagi, wisatawan enggan mengunjungi objek wisata ini.

Tidak dapat dipungkiri, objek ini memang menarik untuk dikunjungi. Jujur saja, walau tidak sering mengunjungi tempat ini, saya merasakan ketertarikan yang teramat sangat. Hal ini dikarenakan suasana yang tenang, sepi, damai dan nyaman. Wajar saja jika tempat ini juga dijadikan anak-anak muda untuk berkencan.

Gambar 6
Grafiti Merusak Kebersihan

Tapi, sayang sekali, masih ada saja ulah-ulah manusia yang mengotori obyek wisata hutan mangrove ini, seperti misalnya grafiti-grafiti pada papan informasi. Hal ini sangat tidak mengenakkan untuk di pandang. Bayangkan saja, sebagai wisatawan, ingin juga mengetahui seluk beluk mengenai mangrove. Tapi, begitu hendak membaca keterangan di papan, sudah sangat sulit untuk mengenali hurup-hurup akibat grafiti.

Demikian sekilas mengenai Ekowisata Mangrove, semoga tulisan ini bermanfaat.
Meskipun temanya sudah lama, tetapi semangat untuk melestarikan Pulau Bali sebagai harta karun untuk anak cucu kita di masa mendatang. ITU YANG PENTING CHHOOOOYYYY!


Sabtu, 20 Agustus 2011

ILMU PARIWISATA







Tanggal 31 Maret 2008 merupakan tonggak sejarah pengakuan Pariwisata sebagai ilmu, dimana pada saat itu keluar surat dari Dirjen Dikti Depdiknas N0. 947/D/T/2008 yang ditujukan kepada Menteri Kebudayaan dan Pariwisata,yang secara eksplisit menyebutkan persetujuan pembukaan program S1 pada STP Bali dan STP Bandung. Wacana mengenai apakah pariwisata merupakan ilmu yang mandiri atau hanya objek studi dari ilmu-ilmu yang telah mapan dengan pendekatan multi disipliner sebenarnya telah lama diperdebatkan. Pitana (2008) Jovicic, pada tahun 1977 misalnya, telah mengusulkan agar kajian tentang kepariwisataan dikembangkan sebagai disiplin ilmu mandiri yang disebut tourismology, sedangkan Leiper menggunakan istilah tourism discipline.

Filsafat keilmuan pariwisata tersebut didekati dengan menggunakan metode yang dapat diuji, seperti Ontologi (objek), epistemologi (metodologi untuk memperoleh pengetahuan), dan aksiologi (nilai manfaat pengetahuan bagi lingkungannya). Disamping menggunakan perspektif filsafat keilmuan, kajian juga dilakukan dengan metode komparatif, empirik, dan kebutuhan riil dalam pembangunan.

Pertanyaan tentang apakah pariwisata merupakan suatu disiplin ilmu hendaknya dijawab dengan menggunakan penjelasan tentang hakikat suatu ilmu, yang dengan demikian posisi ilmu pariwisata didalam pohon ilmu dapat diidentifikasi dengan jelas dan orang terhindar dari pandangan yang menyesatkan,bahwa pariwisata adalah bukan ilmu ini atau bukan ilmu itu (neither this nor that).

Konsep pariwisata mengandung kata kunci ‘perjalanan’ (tour) yang dilakukan seseorang, yang melancong demi kesenangan untuk sementara waktu, bukan untuk menetap atau bekerja. Jika pada awalnya kegiatan melancong adalah untuk kesenangan belaka, kini kegiatan tersebut menjadi sesuatu yang harus direncanakan, dilaksanakan dan dinikmati secara serius, yang kemudian menjadikannya tidak sederhana lagi. Pariwisata adalah suatu gejala yang sangat kompleks di dalam masyarakat , yang oleh karena itu pariwisata kini berkembang menjadi suatu subjek pengetahuan yang pantas dibahas secara ilmiah. Ilmu pariwisata layak dibangun di atas sebuah fenomena yang kompleks itu melalui suatu sistem logika ilmu, pengandaian dan pembenaran, serta peningkatan dari statusnya sebagai pengetahuan umum (common sense) menjadi pengetahuan ilmiah (science) agar setara dengan ilmu-ilmu lain.



Sumber :

Pitana dan Diarta, 2009, Pengantar Ilmu Pariwisata, Yogyakarta : Andi

Senin, 01 Agustus 2011

Contact Us

Bagi anda yang ingin menghubungi Admin dari Budaya dan Pariwisata Provinsi Riau untuk keperluan/mempertanyakan artikel atau hendak memasang iklan di blog Id Blog Walking ini silakan hubungi admin memlalui email : aidiel.id@gmail.com.

Privacy Policy


Your Privacy
Your privacy is important to us. To better protect your privacy we provide this notice explaining our online information practices and the choices you can make about the way your information is collected and used. To make this notice easy to find, we make it available on our homepage and at every point where personally identifiable information may be requested.

Google Adsense and the DoubleClick DART Cookie
Google, as a third party advertisement vendor, uses cookies to serve ads on this site. The use of DART cookies by Google enables them to serve adverts to visitors that are based on their visits to this website as well as other sites on the internet.

To opt out of the DART cookies you may visit the Google ad and content network privacy policy at the following url http://www.google.com/privacy_ads.html Tracking of users through the DART cookie mechanisms are subject to Google’s own privacy policies.

Other Third Party ad servers or ad networks may also use cookies to track users activities on this website to measure advertisement effectiveness and other reasons that will be provided in their own privacy policies, Budaya dan Pariwisata Provinsi Riau has no access or control over these cookies that may be used by third party advertisers.

Collection of Personal Information
When visiting Budaya dan Pariwisata Provinsi Riau  the IP address used to access the site will be logged along with the dates and times of access. This information is purely used to analyze trends, administer the site, track users movement and gather broad demographic information for internal use. Most importantly, any recorded IP addresses are not linked to personally identifiable information.

Links to third party Websites
We have included links on this site for your use and reference. We are not responsible for the privacy policies on these websites. You should be aware that the privacy policies of these sites may differ from our own.

Changes to this Privacy Statement
The contents of this statement may be altered at any time, at our discretion.

If you have any questions regarding the privacy policy of Budaya dan Pariwisata Provinsi Riau then you may contact us at aidiel.id@gmail.com